Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo (Dokumen pribadi)
Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo (Dokumen pribadi)
Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Dr. Muhammad Aras Prabowo, menilai negara modern tidak hanya dituntut menjalankan berbagai program, tetapi juga menjelaskan secara terbuka sumber pembiayaan, skema pelaksanaan, dan ukuran keberhasilan setiap program kepada masyarakat. Menurutnya, pernyataan pejabat yang membuka ruang tafsir luas berpotensi menggerus kepercayaan publik.
"Setelah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan 'pokoknya ada' pada festival rakyat di Monas dan 'Presiden pakai dana pribadi' pada kunjungan ke luar negeri, sekarang Ketua DPD RI meminta masyarakat menyumbang dana untuk program MBG dengan alasan anggarannya menipis. Ini ironi yang dipertontonkan eksekutif dan DPD RI dalam mengelola keuangan negara," tegas Aras kepada wartawan, Selasa, 30 Juni 2026.
Populer
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30
Senin, 22 Juni 2026 | 15:05
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
UPDATE
Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12
Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14
Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02
Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48