Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Global

Nasib Perjanjian 60 Hari Iran-AS Berada di Ujung Tanduk

SENIN, 29 JUNI 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Fokus dunia kini tertuju pada masa depan kesepakatan sementara antara Iran dan Amerika Serikat yang memiliki tenggat waktu krusial selama 60 hari. Koridor waktu yang sangat berharga untuk merundingkan berbagai isu teknis ini terancam gagal total di tengah jalan. 

Hal ini terjadi setelah Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Bahrain dan Kuwait pada Minggu, 28 Juni 2026, sebagai aksi balasan atas serangan udara yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat sebelumnya.

Padahal, dalam linimasa 60 hari yang baru saja disepakati ini, kedua negara memikul tanggung jawab besar untuk menuntaskan detail perjanjian yang sangat menentukan stabilitas global. Agenda utama yang harus diselesaikan dalam sisa waktu yang sempit ini mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz serta pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran. 


Selain itu, poin krusial lain yang wajib dirampungkan sebelum tenggat waktu berakhir adalah pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran dan penentuan masa depan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran.

Kini, jalannya pem pematangan kesepakatan dalam waktu 60 hari tersebut menjadi sangat rumit karena Iran melayangkan ultimatum keras. Teheran mengancam akan menghentikan seluruh proses perundingan yang sedang berjalan jika Washington terus melakukan aksi militer. 

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru menuduh Iran telah mencederai poin-poin kesepakatan sementara ini dan memperingatkan adanya balasan militer yang jauh lebih merusak melalui media sosialnya.

Meski situasi memburuk di tengah berjalannya hitung mundur 60 hari ini, Pakistan selaku mediator internasional memastikan bahwa pembicaraan teknis akan tetap dilanjutkan pada hari Selasa. 

Pemerintah Amerika Serikat juga menegaskan bahwa mereka masih berupaya menjaga agar seluruh agenda negosiasi tetap berjalan sesuai dengan rencana semula. 

Kendati demikian, ketegangan di lapangan terus membayangi meja diplomasi, terutama setelah militer AS menghancurkan berbagai fasilitas strategis Iran sebagai respons atas serangan kapal tanker milik Qatar, yang membuat masa depan resolusi damai dalam dua bulan ke depan ini menjadi semakin tidak menentu.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya