Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan dari lima kerajaan adat di Kedaton Keagungan, Bandar Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 13:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kekhidmatan prosesi adat mendadak berganti menjadi riuh perbincangan. Sabtu siang, 27 Juni 2026 itu, di Kedaton Keagungan Lampung, perhatian publik tidak lagi terpaku pada barisan kain tapis emas atau gelar kehormatan yang disematkan oleh lima kerajaan adat kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sorot kamera dan pandangan ratusan pasang mata justru tertuju pada sebuah momen yang berlangsung hanya beberapa menit: kedua kaki Jokowi berdiri, menginjak sebuah kepala kerbau.

Di hadapan para penyimbang adat dan tamu agung yang hadir, ritual itu berlalu begitu cepat. Namun, efek kejutnya di ruang publik bertahan jauh lebih lama. Hanya dalam hitungan menit, potongan video dan foto aksi "Jokowi menginjak kepala kerbau" langsung melesat menjadi trending topic di jagat maya, memantik perdebatan hangat yang liar.


Apa makna sesungguhnya di balik ritual ekstrem tersebut? Apakah ini sekadar ritus pembersihan diri dalam pakem adat Lampung, atau ada pesan geopolitik-kultural yang sengaja ditiupkan ke udara?

Sunyi yang Memancing Tafsir

Hingga tabuh talo balak (gamelan Lampung) berhenti bertalu, Jokowi memilih setumpuk rasa penasaran publik tetap menggantung. Mantan wali kota Solo itu irit bicara, tak memberikan satu patah kata pun mengenai makna spiritual dari apa yang baru saja dilakukannya.

Setali tiga uang, pihak panitia dan pemangku Kedaton Keagungan pun belum merilis keterangan filosofis resmi. Ruang hampa informasi inilah yang kemudian digoreng netizen dan pengamat menjadi bola liar.

Bagi publik, setiap gerak-gerik Jokowi pasca-lengser dari kursi RI-1 selalu dinilai memiliki "berat jenis" politik yang tinggi. Di tengah dinamika politik nasional yang masih kerap berporos pada dirinya, sebuah simbol sekecil apa pun?"apalagi seekstrim menginjak kepala kerbau?"hampir mustahil dibaca sebagai ketidaksengajaan.

Ada yang mengaitkannya dengan simbol penaklukan ego, ada pula yang membacanya dengan kacamata kekuasaan.

Penghormatan dari Lima Kerajaan

Di luar spekulasi yang telanjur menggelinding, jalannya prosesi adat ini sejatinya merupakan panggung penghormatan tertinggi dari masyarakat adat Lampung. Kehadiran lima kerajaan adat di Kedaton Keagungan menegaskan posisi penting Jokowi sebagai tokoh nasional yang dinilai berjasa bagi konstelasi kebangsaan.

Suasana khidmat sejatinya membungkus seluruh rangkaian acara yang dihadiri oleh para penyimbang adat senior dari berbagai kepaksian, tokoh masyarakat dan elite lokal Lampung, dan para pegiat dan pelestari budaya Nusantara.

Namun, sejarah penulisan berita selalu mencatat bahwa yang tak biasa akan selalu mengalahkan yang biasa. Gelar adat yang disandang kini harus rela berbagi panggung dengan teka-teki kepala kerbau.

Apakah ritual menginjak kepala kerbau tersebut mengandung pesan tertentu? Hingga kini, jawabannya masih menunggu penjelasan resmi dari para pemangku adat maupun Joko Widodo sendiri.

Yang pasti, momen singkat itu telah menjadi bagian paling banyak dibicarakan dari seluruh rangkaian prosesi adat di Kedaton Keagungan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya