Mantan Presiden Joko Widodo. (Foto: Dok PSI)
Safari politik yang dilakukan mantan Presiden Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memunculkan beragam respons di ruang publik.
Sebagian pihak menilai langkah tersebut merupakan bagian dari kebebasan berdemokrasi, sementara yang lain mengkritiknya karena dianggap tidak tepat dari sisi momentum.
Pengamat politik Adi Prayitno menilai setiap warga negara, termasuk tokoh politik, memiliki hak untuk melakukan aktivitas politik, termasuk safari politik. Namun, ia mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak mengabaikan tugas utama memperjuangkan kepentingan rakyat.
"Siapapun sebenarnya di negara kita bebas untuk melakukan aktivitas politik, safari politik. Tapi jangan pernah melupakan yaitu kerja utama, yaitu kerja-kerja kebangsaan, mengadvokasi kepentingan rakyat, memperjuangkan nasib masyarakat yang selama ini tidak mendapatkan pekerjaan bisa dapat pekerjaan. Orang yang saat ini miskin tidak lagi miskin, orang yang selama ini susah tidak lagi susah. Itu harus sama-sama dilakukan," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 28 Juni 2026.
Menurutnya, politik elektoral memang sah dilakukan sejak jauh hari menjelang pemilu. Meski demikian, perhatian terhadap persoalan masyarakat tidak boleh dikesampingkan.
"Politik elektoral dapat dilakukan oleh siapapun sejak dini hari, tapi pada saat yang bersamaan pikirkan juga rakyat. Yang menjadi ramai itu seakan-akan politik kita itu hanya disederhanakan soal kekuasaan, soal kalah dan menang, soal coblos pencoblos, tapi kesulitan rakyat sering kali diabaikan," ujarnya.
Adi menekankan bahwa politik kebangsaan dan politik elektoral seharusnya berjalan beriringan. Dengan begitu, politik tidak hanya berorientasi pada perebutan kekuasaan, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.
"Mestinya politik kebangsaan jalan terus, politik elektoral juga terus. Ini yang disebut politik jalan tengah atau politik moderat, sehingga politik jangan dimaknai hanya untuk urusan kalah menang, tapi politik didesain untuk memperjuangkan nasib dan aspirasi dari kalangan yang memang butuh diperjuangkan saat ini," pungkasnya.