Berita

Safari politik yang dilakukan mantan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi. (Foto: Dok PSI)

Politik

Jokowi Uji Popularitas Lewat Safari Politik

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 07:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Safari politik yang dilakukan mantan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi yang baru dimulai belakangan ini dinilai pengamat politik Hendri Satrio memiliki muatan strategis.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga menjadi upaya menguji dukungan publik sekaligus menegaskan posisi politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

"Memang ada misi pribadi menurut saya di Pak Jokowi. Yang pertama, mungkin dia ingin mengetes popularitas dia, kemudian dia ingin melihat juga dampak elektoral buat dirinya bagaimana," ujar Hensa, sapaan akrabnya, Minggu, 28 Juni 2026.


Penilaian tersebut, lanjut Hensa, juga tercermin dari pemilihan Lampung sebagai titik awal safari politik Jokowi.

Menurut Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu, Lampung merupakan salah satu kantong suara Jokowi yang relatif aman sehingga tepat dijadikan lokasi untuk membaca respons publik terhadap langkah politiknya.

"Lampung tuh sebetulnya kan memang salah satu kantong suaranya Pak Jokowi, tapi memang untuk memulai sesuatu mungkin pak Jokowi punya pertimbangan-pertimbangan sendiri," ujar Hensa.

"Malah tadinya kalau Pak Jokowi ngobrol sama saya, saya sarankan yang pertama dia datangi harusnya IKN dulu, karena kan itu dia banget tuh," lanjut Hensa bernada seloroh.

Selain menguji respons publik, Hensa juga menilai safari politik Jokowi berkaitan dengan upaya mempersiapkan keluarganya dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Menurutnya, dalam konteks politik Indonesia, faktor keselamatan juga menjadi salah satu pertimbangan yang tidak bisa diabaikan.

"Jadi menurut saya, kenapa kemudian Pak Jokowi bergerak langsung, satu karena dia masih muda kemudian dia juga harus berhitung tentang keselamatan dan kesiapan keluarganya di politik Indonesia," ujar Hensa.

Di luar berbagai pertimbangan tersebut, Hensa melihat Jokowi juga tengah memanfaatkan momentum nostalgia publik terhadap masa kepemimpinannya.

Dengan kembali turun ke lapangan dan bertemu masyarakat, Jokowi dinilai berupaya membangun kembali kedekatan emosional sekaligus memperkuat citra positifnya.

"Kalau kita ingin memaknai apa makna safari politiknya, ya Pak Jokowi memang ingin meningkatkan kecintaan pada dirinya, dan memunculkan nostalgia waktu itu, menciptakan kecintaan dan memorabilia tentang publik bahwa beliau pernah menjadi pemimpin dan dicintai oleh rakyat," pungkas Hensa.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya