Berita

Pembacaan Maklumat dan Resolusi Bersama di Aula Gedung Pemuda KNPI Rawamangun, Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto: Dokumentasi GPI)

Politik

GPI Bersama Elemen Pemuda Gaungkan Maklumat Tolak Reformasi Jilid II

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 01:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aula Gedung Pemuda KNPI Rawamangun menjadi saksi bersatunya komitmen generasi muda dalam mengawal arah bangsa. 

Gerakan Pemuda Islam (GPI) bersama aliansi elemen Pemuda, Mahasiswa, dan Pelajar Indonesia bersatu dalam satu suara dalam tajuk “Jalan Ninja Kaum Intelektual: Mengawal Pemerintah Melalui Kritik Terukur Tanpa Pusaran Konflik”. 

Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Umum PP GPI, Khoirul Amin dan senior aktivis Jakarta, Khairullah T, serta Talimuddin Rumaratu.


Diskusi yang berjalan interaktif ini melahirkan sebuah pernyataan sikap tegas yang dituangkan dalam dokumen "Maklumat dan Resolusi Bersama". 

Pembacaan maklumat tersebut dilakukan secara bergantian oleh para perwakilan masing-masing elemen yang hadir sebagai simbol soliditas kaum muda Indonesia.

“Kami menegaskan, bahwa narasi ‘Indonesia Bangkrut’ merupakan lompatan konklusi keliru yang tidak berdasar pada indikator ekonomi riil dan hanya menjadi retorika politik jalanan,” tegas Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam,  Fery Dermawan saat membaca Maklumat dan Resolusi Bersama, Sabtu, 27 Juni 2026.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I tahun 2026 tumbuh positif sebesar 5,61 persen (salah satu yang terbaik di G20 dan ASEAN), daya beli masyarakat terjaga, serta cadangan beras Bulog menembus rekor 5,3 juta ton pada pertengahan 2026,” lanjutnya.

Sementara itu, M. Zaeni Warat mewakili elemen pemuda menyampaikan dukungan penuh terhadap perbaikan dan tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, Zaeni juga menyatakan dukungannya terhadap desentralisasi ekonomi melalui Koperasi Desa Merah Putih.

“Polemik dugaan kebocoran anggaran di Badan Gizi Nasional (BGN) bukan sebagai bukti kelemahan sistem, melainkan bukti berfungsinya sistem deteksi dini dan penegakan hukum. Evaluasi dan penindakan hukum harus tetap berjalan, namun hak gizi bagi 43 juta anak sekolah tidak boleh dihentikan,” ucap M. Zaeni Warat.

“Kami juga mendukung penuh logika berdikari melalui Koperasi Desa Merah Putih agar sirkulasi modal bergerak nyata di tingkat kelurahan/desa demi pertumbuhan yang tidak Jawa-sentris,” tambahnya.

Tidak kalah lantang dalam membacakan Maklumat dan Resolusi Bersama. Zhiyah Aulia selaku perwakilan dari elemen pelajar menyampaikan, bahwa tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto mundur di tengah jalan adalah Inkonstitusional.

“Kami menilai, tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto mundur di tengah jalan tanpa alasan yuridis adalah tindakan yang terlalu prematur, tidak proporsional, serta berpotensi mencederai konstitusi yang sah,” cetus perwakilan pelajar tersebut.

Ia juga menjelaskan, bahwa konteks historis saat ini dengan tahun 1998 sangat jauh berbeda. Untuk itu, Zhiyah Aulia menyatakan menolak tegas narasi provokasi yang berkembang di publik saat ini tentang "Reformasi Jilid II".

“Kami menolak tegas gerakan inkonstitusional dan narasi "Reformasi Jilid II". Kami menilai sistem checks and balances sudah berjalan baik melalui MK, DPR multi-partai, Pers yang bebas. Menolak gerakan politik ekstrem skala besar adalah bentuk empati pemuda untuk melindungi hajat hidup rakyat kecil dari ancaman inflasi dan PHK massal,” tandas Zhiyah Aulia

Sementara M. Alwan sebagai perwakilan mahasiswa menyerukan kepada kaum intelektual dan mahasiswa agar dalam melakukan aksi unjuk rasa juga memberikan alternatif solusi kebijakan berbasis data dan fakta valid, bukan memproduksi hasutan atau fitnah ketakutan serta meninggalkan adat ketimuran.

“Penyampaian koreksi kepada pemimpin harus diselaraskan dengan etika, adat ketimuran yang santun, serta mengedepankan meja dialog ketimbang anarkisme jalanan. Merawat Indonesia adalah tentang memperbaiki dan mengokohkan yang sudah ada,” jelas M. Alwan.

“Melalui pembacaan Maklumat dan Resolusi Bersama ini, kami yang hadir berkomitmen penuh untuk menjaga agar Indonesia tetap bergerak maju dan tidak mundur ke belakang,” pungkasnya.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya