Berita

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin (kedua dari kiri). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

SABTU, 27 JUNI 2026 | 17:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mayoritas publik tidak puas dengan kinerja Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. 

Adapun, tingkat ketidakpuasan terhadap putra sulung mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu angkanya terus mengalami peningkatan. 

Hal itu terpotret dalam survei yang dilakukan oleh Puspoll Indonesia pada bulan Mei 2026. 


Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin mengungkapkan bahwa kinerja Wapres Gibran dalam survei ini mencapai 43,8 persen. Angka itu merupakan akumulasi dari cukup puas sebesar 39,5 persen dan sangat puas sebesar 4,3 persen.

Hanya saja, dari data yang dipaparkan Puspoll Indonesia, terlihat angka yang tidak puas ternyata lebih tinggi dibanding yang mengaku puas.

"Yang tidak puas itu cukup tinggi di angka 51,1 persen,” ungkap Chamad saat memaparkan hasil surveinya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juni 2026.

Lebih jauh, Chamad juga membandingkan dengan data survei yang pernah dilakukan pada Agustus 2025 silam. Di mana, tingkat kepuasan terhadap kinerja Wapres mengalami penurunan dari 52,9 persen menjadi 43,8 persen.

"Dan ketidakpuasan pun naik dari 42,9 persen menjadi 51,1 persen,” ujarnya.

Survei ini dilakukan dalam periode 18-26 Mei 2026. Sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/ rural dan proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.

Dengan jumlah sampel sebanyak 2.400 responden, margin of error yang diterapkan ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya