Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Likuiditas Himbara Kembali Longgar, Purbaya: Bos Bank BUMN Sampai Nari-nari

SABTU, 27 JUNI 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan respons para direktur utama anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) setelah pemerintah memutuskan menambah penempatan dana dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).

"Dia nari-nari," kata Purbaya sambil tertawa saat media briefing di kantornya di Jakarta, dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurut Purbaya, para direksi Himbara sebelumnya diliputi kekhawatiran akibat ketatnya kondisi likuiditas perbankan setelah pemerintah menarik sebagian dana kas yang ditempatkan di bank-bank pelat merah.


"Mereka datang ke tempat rapat tadi deg-degan. Sudah mau marah segala macam. Begitu saya kasih (SAL), mereka happy. Kepalanya jadi nggak berasap katanya," ujarnya.

Ia mengungkapkan, selama dua pekan terakhir para pimpinan Himbara terus memantau kondisi likuiditas bank masing-masing hingga nyaris tidak memiliki waktu istirahat, termasuk pada akhir pekan.

"Rupanya mereka setiap hari monitor kondisi likuiditas bank dalam dua minggu terakhir. Jadi hampir nggak istirahat, termasuk Sabtu-Minggu. Jadi begitu dikasih, saya bilang besok libur saja semua. Sabtu bisa libur, Minggu," tuturnya.

Purbaya menilai kondisi likuiditas perbankan kini lebih baik dibandingkan perkiraan sebelumnya. Dana SAL tersebut ditempatkan di anggota Himbara, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI.

Meski demikian, pemerintah belum berencana memperluas penempatan dana ke bank lain. Menurutnya, penguatan likuiditas di Himbara pada akhirnya akan mengalir ke seluruh sistem keuangan melalui mekanisme pasar antarbank.

"Nggak, untuk semangatnya seperti itu. Karena kalau mereka cukup, otomatis uangnya akan mengalir ke sistem keuangan, artinya ke bank-bank yang lain melalui pasar interbank," jelasnya.

Selain melalui pasar antarbank, Purbaya mengatakan dana tersebut juga akan tersebar ketika kredit yang disalurkan Himbara digunakan oleh debitur dan berpindah ke rekening di bank lain.

"Maupun kalau orang yang pinjam ke situ kan larinya nggak di bank situ. Nggak selalu di bank itu lagi. Pinjam, pindah ke bank lain. Itu yang namanya proses penciptaan uang. Jadi kita memaksa sistem finansial kita hidup melalui *invisible hand* yang kita kendalikan," ujarnya.

Purbaya menjelaskan, pemerintah telah meningkatkan total penempatan SAL di Himbara menjadi Rp400 triliun setelah sebelumnya menarik sebagian dana yang ditempatkan di bank-bank BUMN tersebut.

Ia merinci, dana SAL jangka panjang yang sempat tersisa sekitar Rp170 triliun kini dikembalikan menjadi Rp200 triliun. Pemerintah juga menambah penempatan dana jangka pendek senilai Rp100 triliun dengan tenor tiga hingga empat bulan, serta menyediakan dana fleksibel sebesar Rp100 triliun yang dapat dicairkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan likuiditas perbankan.

"Kemarin sudah diambil Rp100 triliun kalau enggak salah, sisa Rp170 triliun di sana. Saya balikin lagi jadi Rp200 triliun yang jangka panjang, tambah Rp100 triliun lagi yang jangka tiga sampai empat bulan, terus tambah lagi yang fleksibel Rp100 triliun, jadi total Rp400 triliun," pungkasnya.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya