Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran melanggar perjanjian gencatan senjata (Unggahan akun Truth Social @realDonaldTrump)

Dunia

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Gencatan Senjata

SABTU, 27 JUNI 2026 | 08:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Iran melanggar perjanjian gencatan senjata setelah terjadi serangan pesawat nirawak (drone) terhadap sebuah kapal kargo di Selat Hormuz.

Melalui unggahan di media sosial, Trump menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran bodoh" terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Trump tidak menyebut nama kapal yang diserang. Namun, militer Inggris sebelumnya melaporkan bahwa sebuah kapal terkena proyektil di lepas pantai Oman pada Kamis. Insiden tersebut terjadi ketika Amerika Serikat dan Iran tengah menjalani negosiasi untuk mencapai kesepakatan perdamaian sementara.


Trump juga mengklaim pasukan AS berhasil menembak jatuh tiga drone lainnya.

"Republik Islam Iran menembakkan sedikitnya empat drone serang satu arah ke kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Satu drone menghantam dek atas sebuah kapal kargo besar dan sangat mahal. Kapal mengalami kerusakan, tetapi masih bisa melanjutkan pelayaran. Kami menembak jatuh tiga drone lainnya," tulis Trump, dikutip Sabtu, 27 Junni 2026.

"Jelas, ini adalah pelanggaran bodoh terhadap Perjanjian Gencatan Senjata," lanjutnya.

Iran sendiri membantah tudingan tersebut. Anggota parlemen Ebrahim Azizi justru berbalik menuding AS sebagai pihak yang justru merusak upaya perdamaian. Menurutnya, Amerika kembali melancarkan serangan ke Iran ketika proses perundingan masih berlangsung, sehingga menunjukkan tidak adanya komitmen terhadap negosiasi maupun gencatan senjata.

"Sekali lagi, Amerika menyerang Iran di tengah proses negosiasi. Presiden AS yang gagal kembali membuktikan bahwa ia tidak memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip perundingan dan gencatan senjata," ujarnya, dikutip Sabtu 27 Juni 2026.

"Pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Amerika secara ceroboh ini, seperti yang selalu terjadi, hanya akan berujung pada kemunduran dan penyesalan di pihak mereka," lanjutnya.

Azizi juga menegaskan bahwa saling menyalahkan tidak lagi akan mengubah keadaan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya