Berita

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhammad Sarmuji. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Golkar Tidak Takut Blusukan Jokowi Bikin Pemilih Beringin Migrasi ke PSI

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 21:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan figur merdeka yang memiliki hak penuh untuk menentukan arah dan langkah politik pribadinya, termasuk dalam menyokong pergerakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji merespons agenda safari politik perdana Jokowi bersama PSI di Lampung.

Golkar menegaskan, komitmen Jokowi untuk memperkuat PSI sekaligus mendorong kader partai tersebut mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode merupakan hal yang patut dihormati.


“Ya itu hak politik Pak Jokowi dan PSI. Pak Jokowi orang merdeka yang bebas menentukan langkah politiknya. Kami menghormati saja,” ujar Sarmuji kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat, 26 Juni 2026.

Sarmuji juga tidak mau ambil pusing mengenai isu potensi eksodus atau berpindahnya ceruk pemilih Golkar ke PSI, seiring eratnya kedekatan Jokowi dengan partai berlogo beringin tersebut selama ini.

Bagi Anggota DPR RI ini, dinamika naik-turunnya dukungan konstituen merupakan hal yang sangat lumrah dalam sebuah kompetisi politik.

“Risiko perpindahan pemilih bukan saja ke PSI tapi juga ke partai lain. Demikian juga ada potensi perpindahan dari partai lain ke Golkar. Itu biasa saja dalam kontestasi politik,” tegasnya.

Atas dasar itu, partai besutan Bahlil Lahadalia ini tetap menatap Pemilu 2029 dengan tingkat optimisme yang tinggi. Sarmuji meyakini setiap partai politik memiliki DNA, karakter, serta daya pikat tersendiri di mata masyarakat.

“Kami optimis menghadapi Pemilu 2029. Masing-masing partai punya daya tarik yang berbeda,” pungkas Sarmuji.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya