Berita

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada triwulan I tahun 2026. (Foto: artificial intelligence)

Bisnis

Subsidi Bocor Ke Orang Kaya, Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Cuma Semu

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 18:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berhasil menyentuh angka 5,61 persen pada Triwulan I-2026 dinilai bukan jaminan fundamental ekonomi nasional dalam kondisi aman.

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eisha M. Rachbini mengatakan, jika dibedah berdasarkan sejumlah indikator, lonjakan pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini nyatanya hanya terdongkrak oleh faktor musiman.

"Di tengah tekanan ini, pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen namun angka itu menyimpan kerapuhan," ujar Eisha kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Jumat, 26 Juni 2026.


Menurut Eisha, penopang utama pertumbuhan tersebut adalah momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang menggenjot konsumsi, efek basis rendah (low base effect), serta melonjaknya realisasi belanja pemerintah di awal tahun.

Di sisi lain, ia menyoroti daya beli masyarakat yang sebenarnya mulai menunjukkan tren pelemahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang merosot ke level 120,9 pada Mei 2026 dari sebelumnya 123,0 pada April. Angka tersebut menjadi rekor terendah sejak September 2025 lalu.

"Dan pertumbuhan Indeks Penjualan Riil yang turun, bahkan negatif," tegasnya.

Eisha menambahkan, volatilitas harga pangan global serta ketimpangan (disparitas) harga antardaerah yang mencapai hampir empat kali lipat turut andil dalam menggerus kantong rumah tangga.

Kondisi ini diperparah dengan semakin menyempitnya ruang fiskal negara akibat beban subsidi yang membengkak.

"Realisasi subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp203,7 triliun atau 45,6 persen pagu APBN hanya dalam lima bulan," urai Eisha.

Ironisnya, skema subsidi berbasis komoditas yang berjalan saat ini dinilai tidak tepat sasaran karena justru banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu.

"Sehingga terdapat inclusion error," pungkas Eisha.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya