Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Persilakan Media Keluar, Ingin Bicara dari Hati ke Hati dengan Para Guru Besar

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 18:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto meminta awak media meninggalkan ruangan sebelum memulai sesi khusus bersama para guru besar dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. 

Prabowo mempersilakan para wartawan menikmati hidangan yang telah disiapkan panitia, sementara dirinya mengaku ingin berdialog dari hati ke hati dengan kalangan akademisi.

"Jadi wartawan, dengan segala hormat. Oh wartawan sudah keluar ya? Waduh, oh masih ada? Para media, saya hari ini mau bicara dari hati ke hati. Kepada guru-guru besar. Jadi dengan hormat, saya mengundang para wartawan untuk minum kopi di luar. Saya yakin Pak Brian sebagai penyelenggara sudah siapkan kopi-kopi yang bagus," ujarnya. 


Prabowo menjelaskan, sesi tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan berbagai data dan fakta yang dimiliki pemerintah kepada para ilmuwan. Ia berharap informasi tersebut dapat dikaji secara objektif dan ilmiah sebagai bahan masukan bagi kemajuan bangsa.

"Karena di sini, Saudara-saudara, saya mau bicara dengan, saya mau beri apa yang saya punya. Saya mau beri data fakta, apa yang saya punya. Dan Saudara-saudara, sebagai ilmuwan monggo. Kaji, teliti, pelajari data-data fakta-fakta itu secara saintifik," paparnya.  

Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa guru besar merupakan kelompok intelektual yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebangkitan bangsa. 

Karena itu, sejak awal pemerintahannya, Prabowo mengaku memberi ruang yang luas bagi kalangan akademisi untuk menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan. 

"Dan karena itu kalau saudara simak hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikut sertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," ujar Presiden.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya