Berita

Representative Image (Foto: AI)

Dunia

Korsel Latih 500 Ribu Prajurit Drone untuk Hadapi Ancaman Korut

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 15:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korea Selatan mempercepat transformasi kekuatan militernya dengan menyiapkan 500 ribu personel yang akan dilatih sebagai "prajurit drone" guna menghadapi ancaman yang terus berkembang dari Korea Utara. 

Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada Jumat, 26 Juni 2026, mengumumkan rencana produksi 110 ribu drone hingga 2029 yang akan didistribusikan ke Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Marinir. 

Pemerintah juga akan menyebarkan puluhan ribu sistem nirawak ke satuan-satuan garis depan agar teknologi tersebut menjadi bagian integral dari operasi militer sehari-hari.


"Drone seharusnya bukan lagi peralatan yang digunakan oleh sejumlah unit terbatas, tetapi menjadi alat tempur universal," ujar Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back. 

Ahn bahkan menyamakan fungsi drone dengan perlengkapan tempur pribadi yang wajib dimiliki setiap prajurit. Menurutnya, perangkat nirawak harus digunakan oleh pasukan layaknya senjata pribadi kedua, seiring meningkatnya peran teknologi tersebut dalam operasi militer modern.

Keputusan Seoul mempercepat pengembangan drone tidak terlepas dari pelajaran yang dipetik dari konflik di Ukraina dan Timur Tengah. Penggunaan drone berbiaya rendah dalam jumlah besar terbukti mampu mengubah pola peperangan secara signifikan. 

"Drone berbiaya rendah yang dioperasikan dalam jumlah besar secara fundamental mengubah sifat peperangan," kata Ahn, seraya memperingatkan bahwa Korea Utara juga terus meningkatkan kemampuan sistem nirawaknya.

Selain memperbanyak armada drone, Korea Selatan akan memperkuat sistem pertahanan anti-drone melalui pengembangan senjata laser dan gelombang mikro berdaya tinggi.

Militer juga berencana mengakuisisi lebih dari 20 ribu drone sekali pakai berbiaya rendah, serta mengembangkan teknologi kawanan drone berbasis kecerdasan buatan (AI) dan amunisi berkeliaran atau loitering munitions.

Di saat yang sama, Seoul menegaskan seluruh sistem drone yang dikembangkan akan menggunakan 100 persen komponen dalam negeri tanpa ketergantungan pada suku cadang asal China.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya