Berita

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah (Foto: YouTube Kemlu RI)

Global

Kemlu Kawal Pencarian Dua WNI yang Hilang di Perairan Busan

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 10:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau proses pencarian dua WNI hilang setelah kapal penangkap ikan yang mereka tumpangi bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG di perairan Busan, Korea Selatan.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Kamis, 25 Juni 2026, sekitar pukul 10.10 waktu setempat di perairan sekitar Gijang, Busan. 

Berdasarkan informasi yang diterima dari Korea Coast Guard (KCG), kapal penangkap ikan berbobot 79 ton bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG berbobot 992 ton.


“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Seoul terus memantau dan berkoordinasi secara intensif dengan Korea Coast Guard (KCG) terkait insiden tenggelamnya kapal penangkap ikan yang turut diawaki oleh 6 ABK WNI, di perairan Busan pada 25 Juni 2026,” ujar Heni Hamidah, dikutip Jumat, 26 Juni 2026.

Saat kecelakaan terjadi, terdapat delapan awak kapal di atas kapal penangkap ikan tersebut yang terdiri dari enam WNI dan dua warga negara Korea Selatan. 

Dari total awak kapal, enam orang berhasil diselamatkan, termasuk empat WNI, sementara dua ABK WNI lainnya hingga kini masih belum ditemukan.

Untuk mempercepat proses pencarian, otoritas Korea Selatan mengerahkan berbagai unsur penyelamatan, mulai dari kapal patroli Penjaga Pantai, kapal Angkatan Laut, helikopter, kapal pemerintah, hingga kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Heni menegaskan, KBRI Seoul terus menjalin koordinasi dengan KCG guna memperoleh perkembangan terbaru terkait operasi pencarian serta kondisi para korban yang berhasil diselamatkan. 

Selain itu, komunikasi dengan keluarga para awak kapal juga telah dilakukan untuk memastikan informasi tersampaikan secara berkala.

“Kemlu RI dan KBRI Seoul akan terus memantau penanganan insiden melalui koordinasi dengan otoritas setempat dan mengikuti dengan seksama perkembangan lebih lanjut proses pencarian dimaksud,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya