Berita

Kolase Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Adu Pengaruh PDIP Versus Geng Solo di Balik Menguat Isu Reshuffle

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 00:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kabar Presiden Prabowo Subianto akan kembali mereshuffle Kabinet Merah Putih, diperkirakan tidak terlepas dari ketegangan antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Geng Solo atau lebih dikenal sebagai kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif'an mengamati perkembangan situasi politik terkini mulai menghangat, terutama ketika dimunculkan isu PDIP tidak tegas dalam memilih jalan politik karena memakai istilah mitra penyeimbang pemerintah bukan oposisi.

Menurut Ali, hal itu dikarenakan cerita perjalanan politik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, terbilang rukun hingga saat ini.


"Meskipun harus diakui, posisi PDIP itu dilema, karena hubungan Ibu Mega dengan Pak Prabowo selama ini baik. Beda dengan zaman SBY (Susilo Bambang Yudhoyono Presiden ke-6 RI) yang saat itu hubungannya tidak baik," tutur Ali kepada RMOL di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Magister ilmu politik Universitas Indonesia (UI) ini menilai, pola hubungan dan posisi saat ini dijalankan PDIP untuk satu hal. Yakni, memastikan pengaruh Jokowi tidak begitu kuat terhadap Presiden Prabowo dan termasuk pemerintahan yang dipimpinnya.

"Di saat bersamaan, mungkin bisa dibenarkan bahwa posisi PDIP masih berusaha adu pengaruh dengan 'Solo'," ujarnya.

Bahkan, Ali memperkirakan peluang partai berlambang banteng moncong putih ini masuk kabinet sangat memungkinkan, mengingat mulai beredar isu Reshuffle akan dilakukan kembali oleh Presiden Prabowo.

Akan tetapi, dia meyakini PDIP baru akan bergabung sebagai koalisi pemerintahan Presiden Prabowo jika pengaruh Solo diakhiri, sehingga noktah merah yang dibuat Jokowi saat Pilpres 2024 lalu menjadi terbayarkan.

"Mungkin saja masih ada peluang PDIP masuk pemerintahan asalkan 'pengaruh Solo' pada Presiden Prabowo dilepas," jelasnya.

"Karena sejauh ini, baik Ibu Mega dan kader-kader PDIP lainnya, bencinya dengan Jokowi, bukan dengan Prabowo. Artinya, PDIP khawatir jika benar-benar jadi oposisi dan menjauh dari Prabowo, nanti yang dominan adalah "Geng Solo," demikian Ali menambahkan.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya