Ilustrasi rupiah. (Foto: RMOL/Reni Erina)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat kembali menguat pada penutupan perdagangan Kamis 25 Juni 2026 sore.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup menguat 115 poin atau 1,96 persen ke level 5.999.
Sebanyak 537 saham tercatat menguat, 135 saham melemah, sementara 141 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan hari ini terpantau cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp13 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 22 miliar saham.
Sementara frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,7 juta kali dan kapitalisasi pasar naik ke Rp10.542 triliun.
Tak hanya IHSG, nilai tukar rupiah juga menguat tipis ke posisi Rp17.943 per Dolar Amerika Serikat.
Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda itu menguat 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ditopang meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah tercapainya kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Kondisi tersebut mendorong normalisasi lalu lintas di Selat Hormuz sehingga mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan minyak global dan menekan harga minyak mentah dunia.
"Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan dalam sebuah forum bahwa aliran melalui Selat Hormuz hampir sama seperti sebelum dimulainya perang Iran, dengan mengatakan setidaknya 20 juta barel telah keluar dari selat dalam 24 jam terakhir," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Menurut Ibrahim, arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kini hampir kembali ke kondisi normal. Selain itu, Oman telah membuka jalur sementara bagi kapal tanker, sementara sejumlah negara kawasan mulai membahas pengelolaan selat tersebut pascakonflik.