Berita

Kapal Gamsunoro melintasi Selat Hormuz. (Foto: Dok. Pertamina)

Dunia

Kemlu dan PIS Sukses Kawal Gamsunoro Tembus Selat Hormuz dengan Aman

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 15:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sinergi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran, dan PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengawal kapal Gamsunoro melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Kapal milik PIS tersebut sebelumnya tertahan sejak awal Maret 2026 akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Gamsunoro berhasil melewati titik kritis Selat Hormuz pada Rabu malam, 24 Juni 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapal mulai bergerak dari Teluk Arab pada Rabu pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Dengan kecepatan 7,5 knot, kapal tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 16 jam, Gamsunoro akhirnya dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara Pertamina, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait.

“Sejak awal situasi ini berkembang, Pertamina menempatkan aspek keselamatan kru dan keamanan aset sebagai prioritas tertinggi,” kata Baron dalam keterangannya, Kamis, 25 Juni 2026.

Koordinasi dengan Kemlu, KBRI di kawasan terkait, serta pemangku kepentingan strategis terus dilakukan untuk memastikan seluruh langkah mitigasi risiko berjalan seiring dengan diplomasi perlindungan aset negara dan kepentingan nasional di luar negeri.

Sementara itu, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan keputusan memberangkatkan Gamsunoro diambil setelah perusahaan melakukan penilaian risiko secara ketat selama satu bulan terakhir.

Penilaian itu diperkuat dengan arahan serta hasil koordinasi bersama Kemlu dan KBRI Tehran.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini,” ujar Vega.

Ia menjelaskan, pemilihan waktu dan rute pelayaran dilakukan melalui serangkaian pembahasan serta kajian risiko yang ketat.

PIS mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi sebelum kapal bergerak, mulai dari perlindungan asuransi, kesiapan teknis dan operasional, keamanan, hingga kondisi awak kapal. Selama pelayaran, Gamsunoro dipantau selama 24 jam penuh oleh tim di laut dan crisis center PIS di darat.

PIS juga terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan berbagai pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan situasi secara real time. Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz menjadi bagian dari upaya PIS menjaga kelancaran operasional pelayaran di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Adapun armada PIS lainnya, VLCC Pertamina Pride, masih berada di kawasan Teluk Arab dan tengah dipersiapkan untuk bergerak.

Pergerakan kapal tersebut akan tetap mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan, kondisi lalu lintas laut, tingkat kepadatan, risiko pelayaran, serta rekomendasi internasional.

“Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” pungkas Vega.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya