Berita

Anggota Majelis Penyelesaian Sengketa Internal DPP PPP, Patrika Susana. (Foto: Istimewa)

Politik

PPP: Peristiwa Penganiayaan dan Penyekapan di Bandung Lampaui Batas Kemanusiaan

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 10:50 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan keprihatinan dan empati yang mendalam terhadap YTR, perempuan asal Bandung yang menjadi korban dugaan penganiayaan dan penyekapan yang belakangan viral di media sosial.

Anggota Majelis Penyelesaian Sengketa Internal DPP PPP, Patrika Susana menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan pelaku Taufik Hidayat telah melampaui batas kemanusiaan.

“Apa yang dialami korban merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun,” ujar Anggie kepada wartawan, Kamis 25 Juni 2026.


Menurut wanita yang karib disapa Anggie itu, negara harus hadir memberikan perlindungan dan keadilan bagi korban. Karena itu, PPP juga mendorong Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta instansi terkait untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban, baik dari sisi psikologis, medis, maupun pemulihan sosial.

“Kami berharap korban mendapatkan pendampingan yang maksimal agar dapat pulih secara fisik maupun mental. Perempuan harus merasa aman dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” lanjutnya.

Dia menegaskan komitmen PPP untuk terus berada di garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan menolak segala bentuk diskriminasi maupun kekerasan berbasis gender.

“Kasus ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran kolektif dalam melindungi perempuan serta menciptakan lingkungan yang aman, bermartabat, dan bebas dari kekerasan,” pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya