Berita

Iustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Dolar AS Perkasa di Tengah Tekanan Saham Teknologi dan Sikap Hawkish The Fed

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 09:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York menguat untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu 24 Juni 2026, dan mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir.

Penguatan didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve serta meningkatnya permintaan aset aman di tengah tekanan pada saham teknologi global.

Pelaku pasar semakin meyakini The Fed akan mempertahankan sikap hawkish setelah pertemuan kebijakan pekan lalu. Sejumlah pejabat bank sentral AS juga menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama meskipun perekonomian dinilai tetap solid. 


Di saat yang sama, pelemahan saham teknologi menjelang laporan keuangan produsen chip Micron Technology turut mendorong investor beralih ke Dolar.

Indeks dolar AS (DXY) naik 0,19 persen menjadi 101,58 setelah sempat menyentuh 101,80, level tertinggi sejak 12 Mei 2025. Euro melemah 0,21 persen ke 1,1357 Dolar AS. 

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Juli mencapai 34,2 persen, sedangkan probabilitas kenaikan pada September meningkat menjadi 67 persen. Investor kini menantikan data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk Mei yang akan dirilis Kamis, sebagai indikator inflasi utama acuan The Fed.

Di pasar valuta asing lainnya, Poundsterling turun 0,29 persen ke 1,3165 Dolar AS setelah sempat menyentuh level terendah sejak November, dipicu ketidakpastian politik pasca pengunduran diri Perdana Menteri Keir Starmer. 

Sementara itu, Dolar menguat 0,13 persen terhadap Yen Jepang menjadi 161,78 Yen. Mantan anggota dewan kebijakan Bank of Japan, Sayuri Shirai, memperkirakan Yen berpotensi melemah hingga 165 per Dolar AS apabila The Fed benar-benar menaikkan suku bunga tahun ini.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya