Berita

Handover Ceremony di Engineering Services Department PT Dieselindo Utama Nusa, Cikupa-Tigaraksa, Tangerang, Banten, Rabu, 24 Juni 2026. (Foto: Dokumentasi Kemhan)

Pertahanan

Penerimaan Program Offset Fincantieri Perkuat Langkah Menuju Kemandirian

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 03:10 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Dieselindo Utama Nusa secara resmi menerima penyerahan (handover) program offset yang terbentuk dari Mockup Diesel Generator, Special Tools, dan Technical Training dari Kementerian Pertahanan bersama Fincantieri, galangan kapal terkemuka asal Italia yang berlangsung di Engineering Services Department PT Dieselindo Utama Nusa, Cikupa-Tigaraksa, Tangerang, Banten, Rabu, 24 Juni 2026. 

Proses handover ini menjadi bagian dari implementasi kewajiban offset dalam kerja sama pengadaan kapal perang berbasis desain FREMM antara Pemerintah Indonesia dan Fincantieri.

Sebagai salah satu perusahaan industri pertahanan swasta nasional yang ditunjuk sebagai penerima manfaat offset, PT Dieselindo Utama Nusa menyambut baik langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri melalui Transfer of Technology (ToT), peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta pengembangan kapasitas teknis yang berkelanjutan.


Adanya program offset merupakan bagian dari strategi nasional dalam membangun kemandirian industri pertahanan melalui adanya peningkatan kemampuan industri dalam negeri, penguasaan teknologi strategis serta penguatan rantai pasok nasional untuk mendukung keberlanjutan pemeliharaan serta pengoperasian Alutsista TNI kedepannya.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan), Laksamana Muda TNI Sri Yanto mengatakan, melalui program offset ini, diharapkan terbangun sustained capability nasional yang memungkinkan industri pertahanan dalam negeri melaksanakan pemeliharaan, perbaikan. 

“Serta dukungan teknis secara mandiri guna mendukung kesiapan dan keberlangsungan operasional alutsista TNI, selama siklus hidup alutsista tersebut,” kata Laksda Sri Yanto.

Lanjut dia, terselenggaranya proses handover ini menandakan dimulainya rangkaian program offset yang diterima oleh Dieselindo, dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mendukung pemeliharaan, perbaikan, serta pengembangan sistem tenaga kapal perang modern. 

“Selain memperkuat kompetensi teknis perusahaan, program ini juga menjadi sarana peningkatan kualitas tenaga kerja nasional agar mampu menguasai teknologi strategis yang dibutuhkan untuk mendukung kesiapan operasional alutsista Indonesia,” jelasnya.

Direktur Utama PT Dieselindo Utama Nusa, Iwan Salim,  mengatakan, program offset ini merupakan wujud nyata bagaimana kolaborasi internasional dapat memberikan manfaat strategis dan nilai tambah bagi pengembangan industri pertahanan nasional. 

“Bagi Dieselindo, kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan RI melalui program offset ini menjadi kesempatan untuk memperluas penguasaan teknologi yang akan mendukung kesiapan alutsista pertahanan Indonesia, meningkatkan kemampuan dan kompetensi teknis tenaga kerja, serta menjadi sarana untuk mempersiapkan lapangan pekerjaan berkualitas dengan nilai tambah tinggi kedepannya,” ucap Iwan.

Kerja sama antara Kemhan, Fincantieri, dan Dieselindo menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri global, dan industri nasional dalam membangun ekosistem pertahanan yang kuat dan berkelanjutan. 

Melalui kemitraan ini, industri dalam negeri memperoleh akses terhadap pengalaman, pengetahuan, dan teknologi yang telah berkembang di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing nasional di sektor pertahanan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang mechanical engineering services untuk sektor migas, pertambangan, maritim, industri, dan pertahanan, Dieselindo meyakini bahwa pembangunan industri nasional membutuhkan keseimbangan antara kerja sama global dan penguatan kemampuan domestik. 

Oleh karena itu, seluruh manfaat yang diperoleh dari program ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan kompetensi perusahaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekosistem industri pertahanan nasional. 

Adanya program offset ini juga merupakan wujud dari fasilitasi serta pengawasan Kemhan untuk memastikan bahwa implementasi kewajiban offset berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas industri pertahanan nasional.

“Manfaat dari program offset ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi ekosistem industri pertahanan nasional seperti Dieselindo untuk meningkatkan kompetensi SDM, peluang kolaborasi antar industri, maupun penguatan rantai pasok komponen dan jasa pendukung pertahanan,” pungkas Iwan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya