Berita

Ilustrasi pergerakan IHSG. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Rupiah Keok-IHSG Rontok ke Level 5.883 Usai Pidato Prabowo soal MBG

RABU, 24 JUNI 2026 | 16:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat parkir ke zona merah pada penutupan perdagangan Rabu 24 Juni 2026.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks ditutup melemah 217 poin atau 3,56 persen ke posisi 5.883 sore ini. 

Sebanyak 611 saham tercatat anjlok, 98 saham menguat, sementara 104 saham lainnya bergerak stagnan.


Aktivitas perdagangan hari ini terpantau cukup tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp15 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 26 miliar saham. 

Sementara frekuensi transaksi tercatat mencapai 2 juta kali dan kapitalisasi pasar menyusut ke Rp10.338 triliun.

Tak hanya IHSG, nilai tukar rupiah juga melemah ke posisi Rp17.952 per dolar Amerika Serikat.

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda itu melemah 93 poin atau 0,52 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Pelemahan pasar keuangan tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti pihak-pihak yang masih mengkritik program tersebut. Menurutnya, mereka seharusnya mendengar langsung pandangan petani, nelayan, maupun anak-anak sebagai penerima manfaat.

"Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya itu petani-nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?" ujar Prabowo.

Kepala Negara itu mengatakan, tidak ada masalah lain yang lebih mendesak dibandingkan kebutuhan perut masyarakat.

"Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu, kalau nggak segera diisi, ya dia mati," kata Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung peringatan lembaga internasional terkait ancaman krisis pangan global yang masih membayangi banyak negara. 

Di tengah situasi tersebut, ia menilai Indonesia justru mulai menunjukkan kemajuan dengan kemampuan mengekspor komoditas pangan.

"Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia. Diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi jadi 500 juta, ya? 700 juta. FAO memberi warning. Dan saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor," kata Prabowo.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya