Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Pernah Menghadap Aburizal Bakrie Minta Impor Beras Dihentikan

RABU, 24 JUNI 2026 | 15:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengungkap salah satu perjuangannya membela petani Indonesia sebelum menjabat sebagai kepala negara. 

Saat masih memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), ia pernah menemui Menteri Koordinator Perekonomian saat itu, Aburizal Bakrie, untuk meminta agar rencana impor beras dihentikan demi melindungi petani dalam negeri.

"Saya pernah menghadap Menteri Koordinator Perekonomian waktu itu, namanya Aburizal Bakrie. Saat akan impor beras, saya sebagai Ketua Umum HKTI mengimbau, janganlah mengimpor beras, apalagi pada saat petani mau panen. Harga petani akan hancur. Petani kita tidak bisa untung,” ujar Prabowo di acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026. 


Prabowo mengatakan permintaannya untuk menghentikan impor beras saat itu mendapat penolakan dari salah satu penasihat Aburizal Bakrie. 

Menurut penasihat tersebut, mengimpor beras dari Vietnam dinilai lebih efisien dibandingkan melindungi produksi petani dalam negeri.

Namun, Prabowo menilai pandangan tersebut keliru karena mengabaikan kepentingan petani dan kesejahteraan rakyat Indonesia. 

Baginya, negara harus hadir untuk melindungi petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional, bukan justru bergantung pada pasokan dari luar negeri.

"Saya kaget dan saya sedih. Saya mengatakan dalam hati saya, ini salah besar. Ini tidak mengerti apa arti negara, tidak mengerti apa arti bernegara,” tegasnya.

Prabowo kembali menegaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Kenapa kita mau merdeka? Kita berjuang agar rakyat kita sejahtera. Agar petani, nelayan, dan seluruh rakyat Indonesia sejahtera. Agar mereka punya rumah yang layak. Agar kalau mereka sakit, mereka bisa ke rumah sakit dengan biaya yang terjangkau. Itu tujuan kita merdeka," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya