Berita

Coast Guard Administration/CGA menyelamatkan seorang awak kapal Warga Negara Indonesian (WNI) yang bekerja di sebuah kapal penangkap ikan berbendera Taiwan. (Foto: Istimewa)

Dunia

Penjaga Pantai Taiwan Selamatkan Awak Kapal WNI

RABU, 24 JUNI 2026 | 14:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pusat Komando Operasi Administrasi Penjaga Pantai Taiwan (Coast Guard Administration/CGA berhasil menyelamatkan seorang awak kapal Warga Negara Indonesian (WNI) yang bekerja di sebuah kapal penangkap ikan berbendera Taiwan Jin Yua Chun No. 6.

"Peristiwa penyelamatan tersebut terjadi pada awal bulan Mei 2026. Kami mengerahkan armada darat dan laut untuk melakukan tindakan penyelamatan," kata Ketua Dewan Urusan Kelautan (Ocean Affairs Council) Taiwan, Kuan Bi-Ling dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu 24 Juni 2026.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa sekitar pukul 21.00 pada 7 Mei 2026, Pusat Komando Operasi Administrasi Penjaga Pantai Taiwan (Coast Guard Administration/CGA) menerima laporan dari nakhoda kapal penangkap ikan berbendera Jin Yuan Chun No. 6 yang berada sekitar 138 mil laut di tenggara Tanjung Eluanbi.


Mereka menyampaikan bahwa seorang awak kapal berkewarganegaraan Indonesia mengalami luka akibat tertusuk sengat ikan pari saat bekerja. Korban mengalami pembengkakan dan pendarahan pada bagian betis, dengan risiko infeksi yang tinggi. 

"Mengingat situasinya mendesak, kapal tersebut meminta bantuan evakuasi medis. Penjaga Pantai Taiwan segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat dan mengerahkan operasi penyelamatan terpadu melalui unsur laut dan udara," kata Kuan Bi-Ling. 

Kapal “Chenggong” terlebih dahulu diberangkatkan untuk melakukan penjemputan terhadap awak kapal yang terluka. Selanjutnya, Tim Evakuasi Udara Skuadron Ketiga Kaohsiung dari National Airborne Service Corps diberangkatkan menggunakan helikopter Black Hawk, yang lepas landas dari Bandara Xiaogang pada pukul 15.49 pada 8 Mei 2026 menuju lokasi yang telah ditentukan.

Setelah tiba di area sasaran, helikopter terlebih dahulu melakukan pengintaian dari ketinggian rendah dan tinggi. Petugas penyelamat udara berhasil mengatasi kondisi gelombang laut dan melaksanakan operasi hoist (pengangkatan) secara presisi, sehingga awak kapal berkewarganegaraan Indonesia tersebut berhasil dievakuasi ke dalam helikopter. Helikopter kemudian kembali dan mendarat di Bandara Xiaogang pada pukul 17.58.

Saat dievakuasi, lanjutnya, korban dalam keadaan sadar dan tanda-tanda vitalnya stabil. Selanjutnya, korban diserahkan kepada petugas medis di darat untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Tanpa memandang kewarganegaraan, siapa pun yang mengalami keadaan darurat atau membutuhkan bantuan medis di perairan Taiwan akan memperoleh bantuan penyelamatan secara maksimal," kata Kuan Bi-ling.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya