Berita

Wapres Gibran Rakabuming saat menerima dan berdialog langsung dengan 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin malam, 15 Juni 2026. (Foto: Setwapres)

Publika

Mengungkap Siapa Penyogok Mahasiswa UBK Rp20 Juta dari Rp300 Juta yang Dijanjikan

RABU, 24 JUNI 2026 | 12:32 WIB

INI kisah mahasiswa UBK yang disogok Rp20 juta dari Rp300 juta yang dijanjikan. Upaya untuk memecah belah gerakan mahasiswa untuk sementara sukses. Siapa sebenarnya penyogok mahasiswa tersebut? 

Setelah pengakuan Muhammad Abdi Maludin meledak di forum klarifikasi internal Universitas Bung Karno (UBK), perhatian publik langsung bergeser. Nama-nama penerima uang sudah diketahui. Nominalnya juga sudah diketahui. Bahkan pembagian uangnya sudah lebih transparan dari pembagian warisan dalam sinetron keluarga. 

Tapi justru karena semua itu sudah terbuka, fokus publik sekarang mengarah ke satu titik yang masih gelap gulita, siapa yang mengeluarkan uang tersebut?


Karena dalam dunia nyata, uang Rp20 juta tidak tumbuh di pohon mangga. Selalu ada pemberi. Selalu ada perantara. Biasanya, selalu ada kepentingan.

Menurut pengakuan Abdi dalam forum yang viral itu, uang tersebut berasal dari oknum aparat kepolisian dan disalurkan melalui senior alumni Fakultas Hukum UBK. 

Nama yang kemudian muncul ke permukaan adalah sosok berinisial "An" atau "Aan". Nah, sejak nama itu muncul, netizen Indonesia yang biasanya cuma jadi komentator sepak bola mendadak berubah menjadi detektif FBI cabang warung kopi.

Pertanyaannya sederhana. Siapa "An" ini? Apakah dia hanya perantara? Apakah dia bekerja atas perintah pihak tertentu? Ataukah dia hanya bagian kecil dari jaringan yang lebih besar?

Sampai hari ini, belum ada jawaban. Di titik inilah teori-teori mulai berkembang seperti jamur habis hujan. Ada yang bertanya, apakah penyogokan ini berkaitan dengan pertemuan mahasiswa dan Gibran?

Pertanyaan itu muncul karena waktunya berdekatan. Mahasiswa bertemu Wapres, lalu muncul pengakuan soal uang dan janji Rp300 juta. Bagi sebagian netizen, dua kejadian yang berdekatan sering dianggap punya hubungan.

Tetapi masalahnya, sampai sekarang tidak ada bukti yang menunjukkan, Gibran mengetahui, memerintahkan, atau terlibat dalam dugaan pengondisian tersebut.

Justru pihak Istana melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan akan memonitor perkembangan kasus dan mengecek informasi yang beredar. Pemerintah juga diyakini tidak terlibat dalam perkara tersebut.

Lalu muncul teori kedua yang tidak kalah menarik. Bagaimana kalau justru ada pihak yang ingin mencoreng nama Gibran?

Coba perhatikan kronologinya. Mahasiswa bertemu Gibran. Pertemuan berlangsung hangat. Lalu beberapa hari kemudian muncul skandal uang Rp20 juta yang otomatis menyeret nama Istana ke ruang diskusi publik. Akibatnya, meskipun belum ada bukti keterlibatan, nama Gibran ikut disebut-sebut di mana-mana.

Kalau ada pihak yang ingin membuat publik curiga kepada Gibran, maka skenario seperti ini tentu sangat efektif. Tidak perlu menuduh secara langsung. Cukup biarkan publik menyusun potongan-potongan cerita sendiri.

Namun ada juga kemungkinan ketiga. Ini memang murni ulah oknum yang bertindak atas inisiatif sendiri. Mungkin ada yang ingin demonstrasi tidak terlalu dekat dengan Istana. 

Mungkin ada yang ingin situasi tetap terkendali. Mungkin ada yang sekadar ingin menunjukkan kinerja kepada atasan. Semua kemungkinan masih terbuka.

Yang pasti, fakta-fakta dasarnya sudah ada. Pengakuan penerimaan uang terjadi. Forum klarifikasi terjadi. Nama perantara disebut. Janji Rp300 juta disebut. Kemarahan mahasiswa terjadi. Kampus bergerak melakukan pemeriksaan internal melalui Wakil Rektor III UBK Daniel Panda.

Tetapi sosok yang diduga berada di balik aliran dana itu masih menjadi misteri. Selama identitas penyogok sebenarnya belum terungkap, kasus ini belum benar-benar selesai. 

Sebab dalam setiap skandal politik, penerima uang memang bisa menjadi berita utama. Namun orang yang mengeluarkan uang selalu menjadi tokoh yang paling menarik untuk dicari.

Sampai hari ini publik masih menunggu. Siapa sebenarnya penyogok mahasiswa UBK? Apakah utusan seseorang? Apakah pemain tunggal? Apakah ada aktor yang lebih besar di belakang layar? Atau jangan-jangan ada pihak yang sengaja ingin mencoreng nama tokoh tertentu?

Belum ada yang tahu. Yang jelas, misteri Rp20 juta dari janji Rp300 juta itu kini jadi misteri. Menjadi skandal kampus. Sumber petaka pecahnya gerakan mahasiswa. Sementara jawabannya, masih tersembunyi di balik kabut. 

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya