Berita

Ilustrasi: Kebersamaan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. (Foto: Setpres)

Publika

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

SELASA, 23 JUNI 2026 | 23:32 WIB

PERNYATAAN Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, yang menilai pemerintah Presiden Prabowo Subianto sedang panik menghadapi kritik publik, lebih tepat dibaca sebagai opini politik yang tidak memiliki dasar fakta yang kuat.

Jika kesimpulan tersebut muncul karena beredarnya isu bahwa PDIP berada di belakang sejumlah aksi mahasiswa, maka perlu ditegaskan bahwa isu itu bukan berasal dari pemerintah. Pemerintah Prabowo tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi yang menuduh PDIP sebagai aktor di balik gerakan mahasiswa.

Justru isu tersebut pertama kali berkembang dari berbagai kalangan mahasiswa sendiri yang tergabung dalam sejumlah aliansi BEM dan kelompok gerakan. Karena itu, tidak tepat jika kemudian pemerintah dituduh panik hanya karena muncul berbagai spekulasi di ruang publik. Jangan sampai terjadi overthinking politik yang justru memperkeruh suasana.


Pemerintah selama ini memandang kritik sebagai bagian yang normal dalam kehidupan demokrasi. Kritik publik tidak pernah dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai masukan yang harus didengar dan dievaluasi. Menafsirkan setiap respons pemerintah sebagai tanda kepanikan hanyalah sebuah konstruksi opini yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Ukuran yang objektif bukanlah asumsi atau persepsi politik, melainkan bagaimana pemerintah merespons berbagai aspirasi masyarakat melalui kebijakan, dialog, dan mekanisme demokrasi yang tersedia.

Faktanya, tidak sedikit tuntutan yang disampaikan mahasiswa maupun kelompok masyarakat yang justru diakomodasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Salah satu contoh terbaru adalah lahirnya Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan Pengemudi Transportasi Daring. Kebijakan tersebut merupakan respons konkret terhadap aspirasi yang selama ini diperjuangkan para pengemudi ojek online dan transportasi daring.

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memilih mendengar dan bekerja, bukan bersikap defensif terhadap kritik. Pemerintah tidak anti-kritik, tetapi berupaya menerjemahkan aspirasi yang rasional dan konstruktif menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Presiden Prabowo sendiri berkali-kali menegaskan pentingnya persatuan nasional di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Dalam konteks tersebut, yang dibutuhkan saat ini adalah semangat merangkul semua kekuatan bangsa untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan rakyat, bukan membangun narasi yang berpotensi memperlebar polarisasi politik.

Karena itu, alih-alih menuduh pemerintah panik tanpa dasar yang jelas, lebih baik seluruh kekuatan politik mengedepankan sikap yang konstruktif. Demokrasi membutuhkan kritik, tetapi juga membutuhkan kejujuran intelektual dalam membaca fakta.

Yang terlihat hari ini bukanlah pemerintah yang panik menghadapi kritik. Yang terlihat justru adalah pemerintah yang terus bekerja, membuka ruang dialog, dan berusaha menjawab berbagai tuntutan masyarakat melalui kebijakan yang nyata.

Anshar Manrulu
Wakil Sekretaris Jenderal Partai PRIMA


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya