Berita

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Jelas soal Posisi, PDIP Sentil Partai Kalah Pemilu Gabung Pemerintahan

SENIN, 22 JUNI 2026 | 13:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PDIP menegaskan posisinya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah sangat jelas, yakni berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang.**

Penegasan itu disampaikan Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, merespons kritik sejumlah partai politik pendukung pemerintah yang menilai sikap politik PDIP masih abu-abu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid meminta PDIP menentukan posisi politiknya secara tegas. Kritik serupa juga disampaikan politisi Partai Nasdem Ahmad Sahroni dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji.


Menanggapi hal tersebut, Djarot justru menilai sikap PDIP selama ini tidak pernah berubah. Menurutnya, yang tidak jelas justru partai-partai yang kalah dalam pemilihan presiden namun kemudian bergabung ke dalam pemerintahan.

"Sikap PDIP itu jelas, PDIP itu berada di luar pemerintahan. Sebagai partai penyeimbang sesuai mekanisme check and balances," katanya saat ditemui redaksi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Djarot menjelaskan Indonesia menganut sistem presidensial sehingga tidak mengenal istilah oposisi sebagaimana dalam sistem parlementer. Karena itu, posisi PDIP di luar pemerintahan dimaksudkan untuk menjalankan fungsi penyeimbang.

Menurut Djarot, keputusan PDIP tidak bergabung ke dalam pemerintahan juga merupakan bentuk penghormatan terhadap prinsip demokrasi. Meski menjadi pemenang Pemilu Legislatif 2024, PDIP menerima hasil Pilpres yang dimenangkan Prabowo Subianto.

"Memang PDIP menang dalam pemilihan legislatif di DPR. Pemenang pemilu legislatif yaitu PDI Perjuangan. Tapi di Pilpres kami masih kurang suara. Untuk menghormati hasil demokrasi, kami mempersilakan Pak Prabowo menyusun kabinet dan menjalankan pemerintahannya," jelasnya.

Djarot menegaskan PDIP akan tetap mengawal jalannya pemerintahan dengan memberikan dukungan terhadap program-program yang dinilai berpihak kepada rakyat. Namun, partainya juga tidak akan segan mengkritik kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu melontarkan sindiran kepada partai-partai yang kalah dalam Pilpres tetapi kemudian memilih bergabung ke dalam pemerintahan.

"Yang nggak jelas justru mereka yang kalah Pilpres tapi bergabung di dalam. Itu justru enggak jelas. Buat apa pemilihan presiden berdarah-darah toh akhirnya ketika kalah gabung juga? Ini bentuk sebetulnya, maaf ya, kasarnya penipuan kepada pemilihnya, tidak konsisten, tidak gentle," pungkasnya.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya