Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Gedung Putih)

Dunia

Trump Ancam Kenakan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Berdamai dengan Iran

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 14:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung alot. 

Trump menyatakan, Amerika Serikat akan memberlakukan tarif atau pungutan di Selat Hormuz apabila kesepakatan damai dengan Teheran gagal dicapai dalam tenggat waktu 60 hari.

Dia menegaskan bahwa jalur strategis perdagangan minyak dunia itu tidak akan dikenai biaya selama masa gencatan senjata dan proses negosiasi berjalan.


"Tidak akan ada pungutan tol setelah periode 60 hari berakhir, kecuali jika pungutan tersebut diberlakukan oleh dan untuk Amerika Serikat, jika kesepakatan tersebut tidak tercapai, untuk layanan yang diberikan sebagai Malaikat Pelindung bagi negara-negara Timur Tengah untuk tujuan penggantian biaya di masa lalu, sekarang, dan masa depan,” tulis presiden di Truth Social, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Washington mengaitkan kebijakan tarif itu dengan peran militer Amerika Serikat yang disebut telah menjaga keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz. 

Jalur vital tersebut diketahui mengalirkan sekitar 20 persen suplai minyak dunia, menjadikannya titik strategis dalam dinamika geopolitik global.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut bahwa Selat Hormuz telah kembali terbuka dan mencatat pergerakan minyak dalam jumlah besar dalam 24 jam terakhir. 

Namun, klaim itu bertolak belakang dengan pernyataan pihak militer Iran yang menyatakan rencana penutupan kembali jalur tersebut.

Pihak Iran melalui komando militer Khatam al-Anbiya menuding Amerika Serikat gagal memenuhi komitmen dalam kesepakatan awal dan menilai gencatan senjata telah dilanggar. 

Sementara itu, militer AS membantah klaim penutupan kembali Selat Hormuz tersebut.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya