Berita

Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB Jazilul Fawaid. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Pengamat Curiga Ada Kekuatan Besar di Balik Kritik PKB terhadap PDIP

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 07:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Permintaan DPP PKB agar PDIP bersikap tegas dalam menentukan posisi politik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai kritik terhadap peran partai berlambang banteng tersebut yang selama ini mengusung politik penyeimbang.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, PDIP saat ini menempatkan diri sebagai partai yang tidak berada dalam lingkar kekuasaan, namun tetap mendukung kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak kepada kepentingan rakyat.

"PDIP hari ini kan menjadi partai penyimbang artinya tidak menjadi bagian dari kekuasaan tapi pada saat bersamaan kalau ada kebijakan politik pemerintah yang dinilai memiliki korelasi positif dengan perjuangan rakyat, kesejahteraan rakyat, keadilan juga tercipta di akar rumput, maka PDIP akan memberikan dukungan secara total," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 21 Juni 2026.


Sebaliknya, lanjut Adi, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu juga tidak segan melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid meminta PDIP tidak bersikap abu-abu dalam berpolitik. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas dugaan keterlibatan PDIP dalam aksi mahasiswa belakangan ini, menyusul kemunculan politikus PDIP Andi Widjajanto di tengah massa aksi.

Menurut Adi, kritik yang dilontarkan PKB pada dasarnya meminta PDIP menentukan sikap secara lebih tegas, apakah ingin menjadi bagian dari pemerintah atau berada di luar pemerintahan sebagai oposisi.

"Pesan yang ingin disampaikan PKB kurang lebih, kalau ingin menjadi bagian dari pemerintah maka dukung seluruh kebijakan pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan lain-lain. Kalau memilih menjadi oposisi, ya konsisten berada di luar pemerintah," jelasnya.

Namun demikian, Adi mempertanyakan dasar yang melatarbelakangi pernyataan Jazilul Fawaid tersebut. Menurutnya, pernyataan politik semacam itu tidak lahir begitu saja tanpa konteks yang lebih besar.

"Satu pertanyaan mendasar, atas dasar apa sebenarnya Jazilul Fawaid berbicara soal PDIP jangan abu-abu? Jangan-jangan ada kekuatan besar, ada sesuatu yang sebenarnya meminta kepada mungkin PKB untuk menyampaikan bahwa sikap PDP di tengah situasi dan kondisi politik saat ini ayolah memilih," katanya.

Meski demikian, Adi menegaskan dinamika semacam itu merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi.

Ia lantas mengulas PKB dan PDIP memiliki sejarah politik yang cukup panjang. Kedua partai sama-sama lahir dari semangat reformasi dan pernah menjalin hubungan politik yang sangat dekat, terutama selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Tapi setelah 2024, PKB dan PDP per hari ini kita saksikan ada konfrontasi dan ketegangan politik yang satu sama lain seakan-akan saling berhadapan," pungkas Adi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya