Berita

Wamensos, Agus Jabo Priyono (kiri) di Mattea Social Space, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat sore, 19 Juni 2026.(Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Nusantara

Sekolah Rakyat Bikin Harapan Gelap jadi Terang buat Orang Miskin

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 23:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Program Sekolah Rakyat disebut telah membuka harapan baru bagi keluarga miskin yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan menengah.

Hal itu diungkapkan langsung Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menceritakan pengalaman yang ditemuinya selama mengunjungi lokasi Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Menurutnya, program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto itu ditujukan khusus bagi masyarakat miskin yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.


Agus Jabo menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Temanggung. Ia bertemu seorang ibu yang memiliki empat anak dan tidak lagi memiliki harapan menyekolahkan dua anak kembarnya ke tingkat SMA karena keterbatasan ekonomi.

Namun harapan tersebut kembali muncul setelah anak-anaknya diterima di Sekolah Rakyat.

"Begitu kemudian Bapak Presiden membangun Sekolah Rakyat khusus untuk orang-orang miskin, harapan itu muncul kembali. Yang tadinya gelap menjadi terang. Yang tadinya tidak punya harapan untuk sekolah, mereka bisa sekolah," kata Agus Jabo saat menjadi pembicara dalam acara Talkshow Mahasiswa Bicara bertema "Bangun Persatuan Nasional, Tegakkan Pasal 33" yang diselenggarakan Koalisi Bangsa Muda (Bangun Negeri Oleh Mahasiswa Indonesia) di Mattea Social Space, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat sore, 19 Juni 2026.

Ia juga mengisahkan pertemuannya dengan seorang siswa Sekolah Rakyat asal Karanganyar yang hidup bersama ayahnya yang sakit dan kerap bergantung pada bantuan tetangga untuk makan sehari-hari.

Cerita lain datang dari salah satu Sekolah Rakyat di Jakarta Timur. Saat masa liburan, sembilan siswa memilih tetap tinggal di asrama dan tidak pulang ke rumah.

"Dia jawab apa? 'Mohon maaf, Bu, kalau saya pulang, saya takut membebani bapak ibu saya karena di rumah untuk makan aja susah'," ujarnya.

Agus Jabo mengatakan masih terdapat sekitar 4 juta anak yang belum bersekolah atau putus sekolah karena faktor kemiskinan.

Karena itu, ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya negara untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan secara memadai.

"Dan baru sekarang di eranya Pak Prabowo kemudian orang-orang miskin ini dibangun harapannya, diberi jembatan untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita mereka," demikian Agus Jabo.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya