Berita

Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas. (Foto: Istimewa)

Politik

Survei: Citra PSI Terdongkrak Jokowi, PR Tinggal Konversi ke Suara

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 17:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sosok Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi dinilai menjadi faktor utama yang mendongkrak citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di mata publik.

Hal itu terungkap dalam survei nasional bertajuk Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pandangan Masyarakat yang dirilis Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) pada 10-17 Juni 2026 terhadap 1.922 responden.

Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas mengatakan, hasil survei menunjukkan kuatnya pengaruh figur Jokowi terhadap persepsi publik terhadap PSI.


"Terjadi fenomena image transfer antara figur Jokowi dengan PSI yang dikabarkan akan menjadi Ketua Dewan Pembina partai tersebut," kata Fernando saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.

Berdasarkan temuan survei, sebanyak 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi mampu meningkatkan citra positif partai. Rinciannya, 37,7 persen menjawab dapat meningkatkan, 26,4 persen cukup dapat meningkatkan, dan 6,1 persen sangat dapat meningkatkan.

Sebaliknya, 15,5 persen responden menilai kedekatan dengan Jokowi tidak meningkatkan citra PSI, sementara 10,5 persen menjawab kurang dapat meningkatkan. Sebanyak 3,8 persen responden tidak memberikan jawaban.

Survei juga mencatat 77,8 persen responden menilai Jokowi memiliki pengaruh terhadap dukungan masyarakat kepada PSI. Sebanyak 35,8 persen menyebut berpengaruh, 30,9 persen cukup berpengaruh, dan 11,1 persen sangat berpengaruh.

Fernando menambahkan, persepsi positif terhadap Jokowi kemudian melekat pada identitas PSI. Hal ini terlihat dari 64,9 persen responden yang menilai PSI merupakan partai merakyat seperti Jokowi. Sebanyak 62,8 persen responden juga menilai PSI mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi.

"Angka-angka ini menegaskan PSI dan Jokowi praktis sudah menjadi satu paket identitas politik," jelasnya.

Selain faktor Jokowi, figur Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep juga dinilai turut membentuk persepsi positif terhadap partai berlambang mawar tersebut.

Sebanyak 69,7 persen responden menilai kepemimpinan Kaesang memperkuat citra PSI sebagai partai yang dekat dengan Jokowi. Sementara 68,2 persen responden mengaku ketertarikan mereka terhadap PSI turut dipengaruhi oleh sosok Kaesang.

Survei menunjukkan 72 persen responden menilai Kaesang mewakili generasi muda. Selain itu, 65 persen responden menilai Kaesang membuat PSI lebih dikenal masyarakat dan 61 persen menyebut membawa semangat pembaruan dalam politik.

"Faktor Jokowi dan Kaesang saling menguatkan dalam membentuk citra PSI sebagai partai anak muda yang diasosiasikan dengan representasi politik Jokowi," jelas Fernando.

Citra Positif dan Elektabilitas

Meski memperoleh citra positif dari kedekatannya dengan Jokowi, survei LPI menemukan tantangan besar yang masih dihadapi PSI, yakni soal elektabilitas.

Sebanyak 64,2 persen responden mengaku masih mempertimbangkan dukungan Jokowi sebagai salah satu faktor dalam menentukan pilihan partai politik. Namun saat ditanya partai yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini, PSI hanya meraih elektabilitas 1,9 persen.

Angka tersebut masih berada di bawah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memperoleh 2,8 persen, serta hanya sedikit di atas Partai Perindo yang meraih 1 persen.

Dengan capaian tersebut, PSI masih berada di bawah ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.

Dalam survei yang sama, lima besar partai politik dengan elektabilitas tertinggi ditempati Gerindra 21,9 persen, PDIP 19 persen, Golkar 8,1 persen, PKB 7,9 persen, dan PKS 4,7 persen.

"Ini menjadi paradoks sekaligus tantangan bagi PSI. Loyalitas terhadap Jokowi masih cukup kuat, tetapi belum mampu mendorong perpindahan suara ke PSI secara signifikan," ujar Fernando.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya