Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Melemah di Awal Perdagangan Jumat, Sentimen Evaluasi MSCI Bayangi Pasar

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 09:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat pagi 19 Juni 2026.

Hingga pukul 09.11 WIB, IHSG berada di level 6.157,359 atau turun 14,981 poin setara 0,24 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level 6.172,340.

Tekanan terhadap indeks datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. 


Saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,21 persen menjadi Rp4.750 per saham, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 1,50 persen ke Rp1.640, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terkoreksi 4,32 persen menjadi Rp2.660.

Saham  PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga anjlok 0,58 persen menjadi Rp170. Hal yang sama terjadi pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 1,31 persen ke Rp3.770,. 

Di sisi lain, sejumlah saham masih mampu menopang pergerakan pasar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,23 persen menjadi Rp6.150 per saham, begitu juga dengan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang naik 0,96 persen menjadi Rp15.850. 

Data RTI Business menunjukkan hingga pukul 09.19 WIB sebanyak 4,87 miliar saham telah diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 323.770 kali dan nilai transaksi sebesar Rp4,89 triliun. Sebanyak 240 saham terkoreksi, 288 saham menguat, sementara 174 saham lainnya bergerak stagnan.

Pergerakan IHSG terjadi di tengah bursa Asia yang cenderung bervariasi. Indeks Kospi Korea Selatan melesat sekitar 2,8 persen dan kembali mencetak rekor tertinggi baru, sedangkan Nikkei 225 Jepang menguat sekitar 0,6 persen. Sebaliknya, indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi sekitar 0,7 persen.

Pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen fundamental, terutama dari dalam negeri. MSCI pada Jumat dini hari merilis Global Market Accessibility Review 2026 yang menunjukkan penurunan penilaian terhadap aksesibilitas pasar modal Indonesia.

Dalam evaluasi tahunan tersebut, indikator arus informasi (information flow) Indonesia diturunkan dari status positif pada 2025 menjadi negatif pada 2026. MSCI menilai terdapat persoalan struktural terkait transparansi kepemilikan saham, termasuk indikasi perdagangan yang terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu mekanisme pembentukan harga yang wajar di pasar reguler.

Menurut MSCI, praktik yang membatasi transparansi tersebut menyulitkan investor institusional global dalam menghitung tingkat kepemilikan publik yang sebenarnya (true free float) serta mengurangi keandalan harga pasar sebagai acuan dalam penyusunan portofolio maupun replikasi indeks.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya