Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

China dan Rusia Disebut Berjasa Menahan Eskalasi Konflik Iran

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sikap netral China dan Rusia selama konflik Iran mendapat pujian dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurutnya, kedua negara turut membantu mencegah terjadinya guncangan ekonomi global dengan tidak menghambat upaya Washington mencapai kesepakatan sementara dengan Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Trump usai menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis pada Rabu, 17 Juni 2026. 

Dalam konferensi pers, ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.


"Saya berterima kasih kepada Xi Jinping dan Vladimir Putin karena bersikap netral selama konflik ini dan tidak mengganggu upaya kami untuk mengekang ambisi nuklir Teheran," kata Trump, dikutip Kamis, 18 Juni 2026.

Meski memiliki hubungan dekat dengan Iran, China dan Rusia memilih untuk tidak terlibat langsung dalam perang yang pecah sejak 28 Februari 2026.

China sejak awal mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi. Beijing berulang kali menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menjaga jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka demi menjaga stabilitas ekonomi global. Pemerintah China juga menegaskan pentingnya dialog agar konflik tidak meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Rusia lebih fokus pada upaya diplomatik. Moskow meminta Amerika Serikat meninggalkan pendekatan ultimatum dan kembali ke meja perundingan. Rusia juga sempat menawarkan diri untuk menyimpan cadangan uranium Iran sebagai bagian dari solusi sengketa nuklir, meski usulan tersebut ditolak Washington.

Di sisi lain, China dan Rusia tetap mengecam serangan militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran. Namun, kedua negara tidak mengerahkan pasukan maupun melakukan intervensi militer secara langsung selama konflik berlangsung.

Menurut Trump, sikap tersebut menjadi faktor yang membantu mempercepat tercapainya kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran, sekaligus mengurangi risiko terjadinya gejolak ekonomi yang lebih luas di dunia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya