Berita

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).(Foto: Istimewa)

Bisnis

Dunia Melihat Danantara Jadi Mesin Investasi Menjanjikan

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 02:36 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Danantara Investment Management dalam menerbitkan obligasi global (global bond) perdana senilai 1,5 miliar dolar AS akan memberikan sejumlah dampak positif bagi perekonomian nasional. 

Pertama, menjadi sinyal kuat kepada dunia bahwa Indonesia memiliki institusi investasi baru yang bankable dan mampu menarik modal global. 

"Kedua, masuknya dana sebesar 1,5 miliar dolar AS berpotensi memperkuat cadangan devisa dan memberikan bantalan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global," kata Akademisi Universitas Esa Unggul Iswadi dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu 17 Juni 2026.


Selain itu, keberhasilan ini juga diyakini dapat mendorong partisipasi lebih luas dari sektor perbankan dan investor swasta dalam pembiayaan proyek-proyek strategis nasional melalui skema co-investment.

“Obligasi Danantara yang mengalami oversubscription lebih dari tiga kali lipat dapat diibaratkan sebagai jas hujan di tengah ketidakpastian global," kata Iswadi.

Menurut Iswadi, dunia sedang memberikan vote of confidence kepada Indonesia dan melihat Danantara sebagai mesin investasi baru yang menjanjikan.

Meski demikian, Iswadi mengingatkan bahwa tantangan terbesar Danantara saat ini bukan lagi mengumpulkan dana, melainkan memastikan dana yang telah diperoleh dapat diwujudkan menjadi proyek-proyek produktif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ke depan, yang harus dibuktikan adalah bagaimana dana tersebut diubah menjadi infrastruktur yang produktif, seperti bendungan, pembangkit listrik tenaga surya, pusat data, rumah sakit, dan berbagai proyek strategis lainnya," kata Iswadi. 

Jika berhasil, kata Iswadi, maka dana 1,5 miliar dolar AS hari ini dapat menjadi katalis investasi yang jauh lebih besar pada masa mendatang.

Iswadi melanjutkan, keberhasilan Danantara dapat menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi Indonesia menuju negara tujuan investasi global yang semakin diperhitungkan.

“Jika momentum ini terus dijaga dengan tata kelola yang baik dan investasi yang produktif, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai negara peminjam dana, tetapi sebagai negara yang menjadi tujuan utama investasi dunia,” pungkas Iswadi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya