Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Gedung Putih)

Dunia

Industri Pelayaran Internasional Ragukan Keamanan Selat Hormuz Meski Dijamin Trump

RABU, 17 JUNI 2026 | 13:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Selat Hormuz akan kembali dibuka setelah tercapainya kesepakatan dengan Iran pada Jumat besok, 19 Juni 2026. 

"Kapal-kapal mulai bergerak, banyak yang bermuatan minyak, keluar dari Selat Hormuz," ungkap Trump di Truth Social, dikutip Rabu, 17 Juni 2026.

Namun, pelaku industri pelayaran internasional menilai kondisi keamanan di jalur strategis tersebut masih belum cukup meyakinkan untuk memulihkan lalu lintas kapal secara normal.


Kepala Keselamatan dan Keamanan Baltic and International Maritime Council (BIMCO), Jakob Larsen, menilai pernyataan dari Washington dan Teheran belum memberikan kejelasan mengenai jadwal maupun jalur pelayaran yang aman.

“Pernyataan dari AS dan Iran saat ini tidak jelas dan tidak memberikan informasi yang cukup mengenai aspek-aspek penting seperti waktu dan rute yang aman,” kata Larsen.

“Kami percaya situasi keamanan untuk industri pelayaran tetap tidak stabil, dan kami masih menganggap sangat berisiko bagi kapal untuk memulai transit saat ini,” tambahnya.

Data dari perusahaan pemantau kapal Kpler juga menunjukkan belum ada pergerakan signifikan dari sekitar 220 kapal tanker dan hampir 500 kapal lain yang masih tertahan di kawasan Teluk Persia. 

Analis minyak utama Kpler, Matt Smith, mengatakan kondisi tersebut bukan hal yang mengejutkan karena kesepakatan yang menjadi dasar pembukaan jalur pelayaran baru dijadwalkan ditandatangani pada Jumat mendatang.

“Ini bukan hal yang mengejutkan, karena kesepakatan itu baru dijadwalkan akan ditandatangani pada hari Jumat,” ujar Smith.

Menurutnya, dibutuhkan waktu antara tiga hingga empat bulan sebelum aktivitas pelayaran dapat kembali dianggap normal. 

Smith menambahkan banyak operator kapal dan perusahaan asuransi masih memilih menunggu kapal lain berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman sebelum kembali mengizinkan armadanya beroperasi.

Sementara itu, pendiri Rapidan Energy Group, Bob McNally, memperkirakan hanya sekitar 0 hingga 10 persen dari volume normal ekspor minyak yang mampu melewati Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. 

Kendati demikian, harapan akan segera dibukanya jalur tersebut sempat menekan harga minyak dunia hingga menyentuh level terendah dalam tiga bulan.

Trump sendiri tetap optimistis situasi akan segera membaik. Dalam pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di sela KTT G7, ia mengatakan proses pembersihan ranjau sedang berlangsung. 

“Mereka sedang melakukan pencarian kecil untuk beberapa ranjau yang telah mereka temukan, tetapi... kapal-kapal mulai berlayar sekarang. Pada hari Jumat, area tersebut akan dibuka sepenuhnya,” kata Trump.

Namun bagi pelaku industri maritim, jaminan keamanan yang konkret masih menjadi syarat utama sebelum Selat Hormuz benar-benar kembali beroperasi penuh.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya