Berita

CEO Pundi Group dan INA Trading, Amiranto Adi Wibowo (Foto: Istimewa)

Bisnis

Digital Product Passport, Senjata Produk Kreatif Lokal agar Bisa Tembus Pasar Eropa

RABU, 17 JUNI 2026 | 12:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produk kreatif Yogyakarta, mulai dari mebel, dekorasi rumah, hingga kerajinan berbasis batik, selama ini dikenal memiliki daya saing tinggi di pasar global. Namun, seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan keberlanjutan dalam perdagangan internasional, pelaku usaha kini menghadapi tantangan baru.

Pasar ekspor, terutama Uni Eropa, tidak lagi hanya menilai kualitas produk, tetapi juga menuntut bukti digital mengenai asal-usul, keaslian, serta proses produksi yang berkelanjutan. 

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, teknologi PeruriI RFID Blockchain hadir melalui penerapan Digital Product Passport (DPP) yang memungkinkan setiap produk memiliki identitas digital yang dapat diverifikasi secara global.


Penerapan DPP menjadi semakin penting di tengah berkembangnya berbagai regulasi internasional terkait ketertelusuran rantai pasok, pelaporan keberlanjutan, ekonomi sirkular, dan standar ESG. Produk yang tidak mampu menunjukkan asal-usul dan rekam jejak produksinya secara digital berisiko menghadapi hambatan masuk ke pasar ekspor bernilai tinggi.

Isu ini menjadi salah satu fokus dalam Seminar dan Kurasi Jaminan Keaslian Produk Yogyakarta dengan Peruri RFID Blockchain yang digelar di Yogyakarta baru-baru ini, yang juga dihadiri Direktur Keuangan & Manajemen Resiko PERURI dan Syahril Ketua YAPETRI.

Dalam kesempatan tersebut, CEO Pundi Group dan INA Trading, Amiranto Adi Wibowo, menegaskan bahwa Digital Product Passport kini menjadi kebutuhan bagi para eksportir.

“Digital Product Passport wajib dimiliki pelaku usaha karena pembeli membutuhkan kepastian asal-usul produk dan keaslian dokumen ekspor,” ujarnya, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Rabu 17 Juni 2026.

Melalui teknologi RFID dan blockchain, setiap produk dapat memiliki rekam jejak digital yang mencatat seluruh proses produksi, mulai dari bahan baku, pengolahan, distribusi, hingga jejak karbon yang dihasilkan. Informasi tersebut dapat diakses oleh pembeli internasional hanya dengan memindai RFID yang tertanam pada produk.

CEO Peruri Smart Card, Muchrizal, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan produk kerajinan Yogyakarta memiliki data yang transparan dan dapat ditelusuri dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, pemerhati blockchain Ginung Pratidina menilai digitalisasi identitas produk menjadi langkah penting agar produk Indonesia tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga karena kredibilitas dan keterlacakan informasinya di pasar global.

Integrasi RFID, blockchain, smart contract, dan carbon tracking dalam satu ekosistem dinilai mampu memberikan manfaat nyata bagi UKM, koperasi, industri, maupun BUMN. Selain melindungi produk dari pemalsuan, teknologi ini juga meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing ekspor Indonesia.

Sebagai langkah konkret, produk yang lolos proses kurasi dapat langsung dipasarkan ke Eropa dengan dilengkapi stiker Peruri RFID Blockchain, sehingga pembeli dapat memverifikasi keaslian dan informasi produk secara instan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya