Berita

Diskusi bareng menteri yang berakhir kisruh di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta pada Senin malam, 15 Juni 2026. (Foto: Instagram)

Politik

Mahasiswa Berhak Menolak tapi Jangan Alergi Berdialog

RABU, 17 JUNI 2026 | 12:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno menanggapi insiden penolakan mahasiswa terhadap sejumlah pejabat Kabinet Prabowo-Gibran dalam diskusi publik di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin malam, 15 Juni 2026.

Kericuhan terjadi dalam forum diskusi Total Politik bertajuk "Kopdar Bareng Mas Dar" dengan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia" yang menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.

Di media sosial, berkembang narasi yang menggambarkan adanya persekusi terhadap para narasumber. Penolakan terutama diarahkan kepada Budiman Sudjatmiko yang oleh sebagian mahasiswa dianggap telah meninggalkan perjuangan yang selama ini diperjuangkannya.


Menanggapi peristiwa tersebut, Adi Prayitno menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi.

"Seperti yang kita tahu, dalam ruang demokrasi semua orang punya pikiran berbeda, pendapat berbeda, narasi berbeda, dan diskursus berbeda. Itu boleh. Yang paling penting tidak saling mengganggu satu sama lain," kata Adi Prayitno lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 17 Juni 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu mengaku memahami kekecewaan dan kemarahan sebagian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi saat ini, mulai dari polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi ekonomi, hingga isu penggusuran lahan.

"Saya juga memahami aktivis mahasiswa dan adik-adik mahasiswa di UGM yang hatinya mendidih, marah, dan tidak percaya dengan sejumlah isu yang terjadi," ujarnya.

Namun demikian, Adi mengingatkan agar ekspresi ketidaksetujuan tidak dilakukan dengan cara-cara yang berpotensi mengarah pada tindakan anti-demokrasi.

Menurutnya, jika ada pihak yang tidak sepakat dengan suatu forum diskusi, masih banyak cara yang dapat ditempuh untuk menyampaikan sikap tanpa harus mengganggu jalannya acara.

"Kalau tidak setuju dengan acara itu, bisa tidak hadir atau membuat acara tandingan," katanya.

Ia menambahkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya masing-masing. Karena itu, ruang dialog dan diskusi terbuka seharusnya dimanfaatkan untuk menyampaikan kritik dan menguji argumentasi secara substantif.

"Pilihan politik itu ada pada siapa pun. Tapi sebisa mungkin hindari tindakan yang mengarah kepada anti-demokrasi dan anti-dialog. Hati boleh panas, pikiran boleh marah, dan semuanya sebal dengan kondisi saat ini. Tapi kalau memang ada forum diskusi dan ruang dialogis yang dilakukan secara terbuka, alangkah lebih baiknya dimanfaatkan untuk sharing berbagai data dan menunjukkan apa kelemahan yang signifikan," pungkasnya.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya