Berita

Ketua KPK, Setyo Budiyanto (Foto: tangkapan layar dari YouTube KPK)

Hukum

Ketua KPK: Digitalisasi Tak Cukup, e-Katalog Masih Bisa Dimanipulasi Tanpa Integritas ASN

RABU, 17 JUNI 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, mengingatkan bahwa digitalisasi layanan publik dan pengadaan barang/jasa pemerintah tidak akan efektif mencegah korupsi apabila tidak dibarengi dengan integritas aparatur sipil negara (ASN).

Pernyataan tersebut disampaikan Setyo saat peluncuran Program Nasional Pembelajaran Integritas Berbasis E-Learning di Lembaga Administrasi Negara (LAN), Rabu, 17 Juni 2026.

Menurutnya, berbagai perkara korupsi yang ditangani KPK menunjukkan bahwa sistem digital yang telah dibangun pemerintah masih dapat dimanipulasi jika dijalankan oleh sumber daya manusia yang tidak berintegritas.


"Kalau semua kegiatan dilakukan tanpa integritas, maka digitalisasi hanya menjadi sebuah alat. Dan alat itu bisa diakali," kata Setyo.

Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian itu menjelaskan, KPK menemukan berbagai modus penyimpangan yang tetap terjadi meski proses administrasi dan pengadaan telah dilakukan secara elektronik.

Menurut Setyo, praktik korupsi tidak selalu terjadi melalui jalur resmi yang terlihat dalam sistem. Dalam sejumlah kasus, KPK menemukan adanya celah atau "pintu belakang" yang dimanfaatkan untuk mengakali mekanisme digital yang telah dibuat.

"Kami sudah membuktikan dalam banyak perkara. Kelihatannya sudah terdigitalisasi, tetapi pintu belakangnya ternyata masih bisa dimainkan," ujarnya.

Ia mencontohkan pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog yang masih berpotensi dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu. Meski prosesnya dilakukan secara digital, intervensi dan rekayasa tetap dapat terjadi apabila pengawasan dan integritas pelaksana tidak berjalan dengan baik.

"Contoh paling sederhana adalah e-katalog. Pengadaan yang sudah didigitalisasi masih bisa dimainkan dan diutak-atik," ungkap Setyo.

Karena itu, ia menegaskan bahwa persoalan utama dalam upaya pencegahan korupsi bukan terletak pada kecanggihan sistem, melainkan pada integritas orang yang mengoperasikannya. Menurutnya, pendidikan dan penguatan nilai integritas harus menjadi prioritas bagi jutaan ASN di Indonesia.

"Pada akhirnya semuanya kembali kepada sumber daya manusianya," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Setyo juga menyoroti masih kuatnya pola pikir yang membedakan antara "jabatan basah" dan "jabatan kering" di lingkungan birokrasi. Menurut dia, cara pandang tersebut menjadi salah satu akar persoalan yang menghambat terbangunnya budaya integritas di kalangan ASN.

Ia menilai tidak jarang pegawai yang menjaga integritas justru dipandang sinis oleh rekan-rekannya dengan anggapan bahwa mereka belum pernah menduduki posisi strategis atau belum memiliki akses terhadap kewenangan tertentu.

"Kalau sumber daya manusianya masih bicara soal jabatan basah dan jabatan kering, maka persoalan integritas akan terus menjadi tantangan," pungkas Setyo.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya