Berita

Presiden AS Donald Trump di sela pertemuan G7 di Prancis, Selasa 16 Juni 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube White House)

Dunia

Trump Tegur Israel karena Terus Menggempur Lebanon

RABU, 17 JUNI 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menegur Israel terkait perang yang terus berlangsung melawan Hizbullah di Lebanon. 

Dalam pernyataannya di sela pertemuan negara-negara G7 di Prancis, Trump Trump menilai operasi militer Israel sudah berlangsung terlalu lama dan telah menyebabkan terlalu banyak korban jiwa dari kalangan sipil. Ia juga menegaskan tidak mendukung serangan yang menghancurkan bangunan apartemen yang masih dihuni warga sipil.

"Israel sudah terlalu lama memerangi Hizbullah dan terlalu banyak orang yang terbunuh," kata Trump, dikutip Rabu, 17 Juni 2026.


Trump juga mengungkapkan bahwa ia pernah menyarankan Israel agar memberikan ruang bagi Suriah untuk memimpin upaya menghadapi Hizbullah, alih-alih terus memperluas operasi militernya di Lebanon.

"Jika Israel tidak bisa menyelesaikan tugas itu tanpa membunuh semua orang yang lain, maka Suriah yang akan melakukannya. Suriah akan melakukannya," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan. Pada Senin, beberapa serangan Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA). Serangan itu terjadi meskipun sebelumnya AS dan Iran telah mencapai kesepahaman untuk mengakhiri konflik di berbagai front kawasan.

Dua kendaraan dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Israel di wilayah Mayfadoun, sementara sebuah kendaraan lainnya diserang di desa Shoukin. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran bahwa upaya meredakan konflik belum sepenuhnya berhasil.

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan bahwa perang belum benar-benar berakhir selama Israel masih mempertahankan pasukannya di wilayah Lebanon selatan yang diduduki. Menurutnya, keberadaan militer Israel di kawasan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepahaman yang telah dicapai.

"Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka duduki selama perang ini, perang belum sepenuhnya berakhir," kata Araghchi.

Sementara itu, Markas Besar Komando Militer Gabungan Tertinggi Iran, Khatam al-Anbiya, memperingatkan bahwa Israel harus bersiap menghadapi respons keras dari angkatan bersenjata Iran apabila serangan di Lebanon selatan terus berlanjut. 

Dalam percakapan telepon dengan Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga mendesak Amerika Serikat agar menekan Israel untuk menghentikan perang, menghentikan penghancuran rumah-rumah warga, dan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon yang masih diduduki.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya