Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

China Memperkuat Pengaruhnya Lewat Sistem Keuangan

RABU, 17 JUNI 2026 | 06:44 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dalam perspektif geopolitik, langkah China mendorong penggunaan renminbi dalam perdagangan internasional sebagai strategi jangka panjang.

Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Rabu 17 Juni 2026.

Jika sebelumnya Beijing fokus membangun kekuatan manufaktur dan teknologi, kini China mulai memperkuat pengaruhnya melalui sistem keuangan.


“China memahami bahwa menjadi kekuatan ekonomi terbesar saja tidak cukup. Mereka juga harus memiliki pengaruh terhadap sistem pembayaran internasional,” kata Amir.

Karena itu, menurut Amir, kerja sama dengan Indonesia memiliki nilai strategis yang tinggi.

Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, anggota G20, sekaligus salah satu mitra dagang utama China.

Nilai perdagangan kedua negara yang mencapai lebih dari 154 miliar dolar AS menunjukkan betapa pentingnya hubungan ekonomi tersebut.

“Ketika transaksi sebesar itu mulai dilakukan menggunakan mata uang lokal, dampaknya tidak hanya ekonomi tetapi juga geopolitik,” kata Amir.

Amir menjelaskan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap satu mata uang dunia memiliki risiko tersendiri.

Berbagai konflik internasional beberapa tahun terakhir menunjukkan bagaimana sistem keuangan dapat digunakan sebagai instrumen tekanan politik.

Sanksi ekonomi, pembatasan akses sistem pembayaran internasional, hingga pembekuan aset negara menjadi bagian dari instrumen geopolitik modern.

“Dunia sedang belajar bahwa diversifikasi bukan hanya berlaku dalam investasi, tetapi juga dalam sistem pembayaran internasional,” kata Amir.

Dalam konteks tersebut, penggunaan rupiah dan renminbi dinilai dapat memberikan ruang manuver yang lebih besar bagi Indonesia.

“Semakin banyak pilihan, semakin kuat posisi tawar suatu negara,” pungkas Amir.

Diketahui, Bank Indonesia (BI) memperkuat posisi rupiah melalui kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dengan China.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya