Berita

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono

Nusantara

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

SELASA, 16 JUNI 2026 | 22:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pusat Pemberdayaan Masyarakat direalisasikan Kementerian Sosial (Kemensos) dengan memberikan layanan kelompok rentan, yakni dengan membentuk sentra-sentra terpadu.

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono mengatakan pihaknya kini memperluas cakupan sentra terpadu sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, salah satunya di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi yang dimonitoring langsung pada Sabtu lalu, 13 Juni 2026.

Dia menjelaskan, fokus STPL Bekasi adalah mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan melalui budidaya 400 pohon melon di greenhouse, 85 pohon alpukat, 14 pohon kelengkeng, 12 pohon anggur, 8 pohon mangga, 15 pohon pisang, 19 pohon terong, serta pohon jambu dan jeruk.


Menurutnya, transformasi ini sebagai tindaklanjut perubahan paradigma bansos sementara berdaya selamanya. Lantaran itu, sentra-sentra di bawah Kemensos dia pastikan akan menjadi pusat pemberdayaan.

“Ini sebagai pelaksanaan perintah Bapak Menteri Sosial bahwa sentra-sentra harus dimakmurkan,” ujar Jabo dikutip melalui keterangan tertulis Kemensos yang diterima redaksi di Jakarta pada Selasa, 16 Juni 2026.

Ia menjelaskan selama ini sentra-sentra Kemensos menjalankan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat dengan permasalahan sosial lainnya. Ke depan, fungsi tersebut diperkuat dengan program memakmurkan sentra melalui pemberdayaan sesuai potensi masing-masing sentra.

“Selain melaksanakan program Atensi bagi kelompok rentan, kita melakukan pemberdayaan,” jelas Agus Jabo.

Di STPL Bekasi, program pemberdayaan dikembangkan melalui sektor pertanian dan perkebunan. Berbagai komoditas dibudidayakan di kawasan sentra, mulai dari melon, kelengkeng, alpukat, mangga, anggur, pisang, hingga terong.

Agus Jabo mengatakan konsep serupa juga diterapkan di sentra lain di seluruh Indonesia sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

“Kalau potensinya pertanian ya kita tanam buah, kalau peternakan kita ternak ayam, misalkan kalau ikan ya perikanan,” jelasnya lagi.

Ia menuturkan, program pemberdayaan tersebut tidak hanya ditujukan bagi penerima manfaat di dalam sentra, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Pertama kita memberikan manfaat kepada para penerima manfaat yang selama ini diurus oleh sentra. Kedepannya kita berharap meluas ke masyarakat yang ada di sekitar sentra,” terang Agus Jabo.

Melalui program tersebut, penerima manfaat dibekali keterampilan vokasi agar mampu mandiri setelah menyelesaikan rehabilitasi sosial dan kembali ke tengah masyarakat.

“Supaya setelah mereka selesai rehabilitasi dan berada di tengah masyarakat, kita sudah memberikan bekal. Terutama bekal ilmu vokasi supaya mereka bisa mandiri,” ungkapnya.

Selain sektor pertanian, Kemensos juga mendorong pengembangan pelatihan keterampilan lain seperti membatik di sentra. Agus Jabo berharap masyarakat sekitar sentra dapat dilatih melalui program training of trainers (TOT) sehingga mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Menurut Agus Jabo, program memakmurkan sentra melalui penguatan pemberdayaan akan menjadikan sentra Kemensos sebagai pusat kegiatan produktif yang memberikan dampak sosial dan ekonomi lebih luas.

“Jadi dampaknya nanti luas dan di sentra akan padat kegiatan dan dampaknya untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan. Saya harapkan sentra-sentra yang lain mengikuti program yang sudah dilaksanakan di STPL ataupun di tempat-tempat yang sudah memulai,” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya