Berita

Presiden Prancis (Foto: Istana Kepresidenan Prancis)

Global

Macron Ancam Lawan Pungutan Iran di Selat Hormuz

SELASA, 16 JUNI 2026 | 17:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan Iran agar tidak memberlakukan pungutan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz

Peringatan tersebut muncul setelah kantor berita Fars melaporkan bahwa Teheran memasukkan klausul mengenai biaya layanan maritim ke dalam kerangka kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri perang di Timur Tengah. 

Meski rincian kesepakatan belum dipublikasikan, isu tarif Selat Hormuz langsung memicu perhatian negara-negara Barat yang berkepentingan terhadap kelancaran arus perdagangan internasional.


“Kami membela hukum internasional dan kami akan melakukan segala daya upaya untuk memastikan tidak ada korban jiwa,” kata Macron dalam sebuah pernyataan menjelang pertemuan para pemimpin G7 yang juga akan dihadiri Presiden AS Donald Trump, dikutip Selasa, 16 Juni 2026.

Macron mengungkapkan bahwa Prancis dan Inggris telah menyiapkan misi bersama untuk memastikan Selat Hormuz kembali terbuka sepenuhnya. 

Bahkan, kapal induk andalan Prancis Charles de Gaulle disebut siap dikerahkan ke kawasan tersebut dalam waktu dua hingga tiga hari apabila diperlukan.

“Kami melakukan segala upaya agar kesepakatan ini menjadi kenyataan dan agar Selat Hormuz dapat kembali terbuka,” ujar Macron. 

Dia menambahkan bahwa negara-negara Eropa menunggu pembukaan kembali selat tersebut guna membantu menurunkan harga energi dan berbagai barang yang terdampak ketidakstabilan kawasan.

Presiden Prancis itu juga membantah anggapan bahwa kesepakatan yang sedang dirampungkan merupakan kemenangan bagi Teheran. 

Macron menegaskan bahwa Prancis tidak terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran, sehingga fokus Paris saat ini adalah memastikan kebebasan navigasi di Selat Hormuz tanpa adanya pungutan yang dapat menguntungkan penguasa di Teheran.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya