Berita

Peta gempa bumi Kota Palu. (Foto: Dokumentasi BMKG)

Nusantara

Diguncang Gempa 6,7 Magnitudo, Warga Kota Palu Sempat Dilanda Kepanikan

SELASA, 16 JUNI 2026 | 16:49 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kota Palu, Sulawesi Selatan diguncang gempa bumi berkekuatan 6,7 Magnitudo pada pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA, Selasa, 16 Juni 2026.

Guncangan kuat yang dirasakan di sejumlah wilayah sempat memicu kepanikan warga dan menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Selain dirasakan di Palu, gempa juga terasa hingga Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Donggala, dan Poso. Hingga beberapa jam setelah kejadian, BMKG, BNPB, dan BPBD masih melakukan pemantauan serta pendataan dampak gempa di wilayah terdampak.


Berdasarkan laporan BMKG, gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB atau 11.27 Wita dengan magnitudo (M) 6,7. Episenter gempa berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi setelah gempa utama.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun atau oblik normal," bunyi pernyataan BMKG.

Menurut peta tingkat guncangan BMKG, intensitas gempa mencapai VI-VII MMI di Torue, Parigi Moutong, dan Parigi Selatan. Sementara di Palolo dan Sigi mencapai VII MMI. Adapun Kota Palu dan Sigi Biromaru merasakan guncangan pada skala V-VI MMI.

Guncangan kuat yang terjadi membuat warga di sejumlah wilayah panik dan berusaha menyelamatkan diri ke area terbuka. Di Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, warga terlihat berkumpul di pinggir jalan setelah keluar dari rumah masing-masing.

Kepanikan juga terjadi di Rumah Sakit (RS) Samaritan Palu. Pasien, keluarga pasien, dan pengunjung dievakuasi keluar gedung menuju area parkir dan halaman rumah sakit sesaat setelah gempa terjadi.

Dari video yang beredar, terlihat petugas rumah sakit dan sekuriti membantu pasien, termasuk pengguna kursi roda, menuju area yang lebih aman. Pasien yang masih mampu berjalan keluar dari ruangan masing-masing bersama keluarga dan tenaga kesehatan.

BNPB melaporkan guncangan dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Palu, Sigi, Donggala, Poso, dan Parigi Moutong. Di beberapa wilayah, warga dilaporkan panik dan keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan laporan awal menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan.

"Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat," kata Muhari kepada wartawan di Jakarta.

Data terbaru yang disampaikan BMKG menunjukkan kerusakan kategori sedang terjadi di sejumlah lokasi. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan salah satu bangunan yang terdampak adalah Kantor Bupati Sigi.

"Saat ini yang sudah kami terima ada kerusakan kategori sedang di tiga wilayah, yaitu kantor Bupati Kabupaten Sigi," ujar Rahayu.

Selain itu, kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah bangunan di Kota Palu, antara lain Hotel Santika, sebuah kafe, Auditorium Universitas Tadulako, Hotel Best Western, serta Toko Star Kitchen. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

BMKG memastikan gempa M 6,7 yang mengguncang Palu tidak berpotensi tsunami. Pemantauan terhadap sejumlah stasiun pasang surut di sekitar sumber gempa juga tidak menunjukkan adanya kenaikan muka air laut yang signifikan.

"Kita juga memantau beberapa stasiun pasang surut yang berada di sekitar wilayah sumber gempa. Pertama di wilayah Parigi kita tidak mendeteksi adanya kenaikan muka air laut di Poso," pungkas Kepala BMKG Wijayanto.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya