Berita

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Putri Sukmaniara. (Foto: Dok Pribadi)

Politik

Sekjen PP PMKRI:

Persatuan Nasional Harus Diutamakan di Tengah Dinamika Politik

SELASA, 16 JUNI 2026 | 10:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di tengah beragam dinamika yang berkembang di ruang publik, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Putri Sukmaniara, mengajak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat mengedepankan dialog serta kritik yang membangun demi menjaga persatuan bangsa.

Menurutnya, situasi bangsa saat ini membutuhkan ruang dialog yang sehat, bukan kegaduhan yang berpotensi memperdalam polarisasi.

“Yang dibutuhkan bukan sikap saling menyalahkan, melainkan kemauan bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat,” ujar Putri lewat keterangan resminya, Selasa, 16 Juni 2026.


Ia menegaskan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, kritik perlu disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak dijadikan instrumen politik praktis ataupun kendaraan bagi kepentingan kelompok tertentu.

“Dalam situasi politik dan ekonomi yang belum sepenuhnya ideal, aspirasi publik sangat mudah dibelokkan menjadi agenda pribadi atau kelompok. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi,” katanya.

Putri lantas mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika global, mulai dari ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan internasional, gangguan rantai pasok, hingga perlambatan ekonomi dunia.

Dia berpandangan, persoalan bangsa harus dilihat secara utuh dan tidak disederhanakan hanya pada satu atau dua isu yang sedang mengemuka.

“Persoalan bangsa ini kompleks. Karena itu kita perlu bersikap hati-hati, teliti, dan tidak reaktif dalam melihat setiap perkembangan,” ujarnya.

Mengenai wacana “Reformasi Jilid II”, Putri menilai istilah tersebut kurang tepat digunakan dalam konteks saat ini karena membawa beban historis dan berpotensi memunculkan tafsir politik yang kontraproduktif.

“Yang dibutuhkan bangsa saat ini adalah persatuan dan kerja sama menghadapi tantangan bersama, bukan narasi yang berpotensi memperkeruh suasana,” tegasnya.

Meski demikian, Putri menegaskan bahwa menjaga situasi nasional tetap kondusif bukan berarti mengabaikan kritik masyarakat. Sebaliknya, kondisi yang kondusif diperlukan agar aspirasi publik dapat didengar dan diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih baik.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk terus membuka ruang dialog yang luas serta memperkuat komunikasi publik yang terbuka dan transparan.

“Persatuan nasional dibangun melalui kesediaan untuk saling mendengar, saling percaya, dan mencari titik temu demi kepentingan bangsa yang lebih besar,” tutup Putri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya