Berita

SPBU.(Foto: RMOL)

Politik

Kenaikan Pertamax Harusnya Diumumkan Lewat Konferensi Pers

SELASA, 16 JUNI 2026 | 09:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turun tangan menjelaskan kenaikan harga Pertamax melalui Instagram Sekretariat Kabinet justru dikomentari analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa.

Menurutnya, kebijakan sepenting itu semestinya dikomunikasikan langsung oleh pimpinan BUMN energi dan tidak harus disampaikan oleh pejabat setingkat Seskab.

"Masa kenaikan harga Pertamax yang harus jelasin Seskab? Lama-lama citra Teddy bisa rusak karena selalu pasang badan," kata Hensa kepada wartawan, Selasa, 16 Juni 2026. 


Meski begitu, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini berpendapat bahwa langkah Teddy menyampaikan penjelasan tersebut tetap layak diapresiasi. 

Di tengah minimnya respons dari kementerian teknis maupun Pertamina sendiri, Hensa melihat setidaknya ada upaya dari pemerintah untuk berkomunikasi dengan publik, meski ia menilai langkah itu masih jauh dari memadai.

"Apa yang dilakukan Teddy itu meski bagus, tapi itu minimum banget. Dan lagi-lagi Teddy yang pasang badan, kalau diumumkan lewat Instagram saja, menurut saya kurang etis untuk urusan sebesar ini," tegasnya.

Hensa menekankan bahwa kenaikan harga bahan bakar seperti Pertamax seharusnya dikomunikasikan secara verbal dan langsung kepada masyarakat, lengkap dengan konferensi pers yang menjelaskan alasan serta dampaknya secara rinci.

Sikap diam jajaran direksi Pertamina, kata Hensa, mencerminkan ketidakberanian berkomunikasi dengan rakyat. Padahal, menurutnya, transparansi adalah kewajiban dasar perusahaan pelat merah yang produknya dikonsumsi jutaan orang setiap hari.

"Direksi Pertamina itu takut banget sama rakyat. Harusnya kenaikan Pertamax ini diumumkan secara lisan, ada konferensi persnya, dan dijelaskan secara rinci mengapa harganya naik, apa dampaknya ke masyarakat. Bukan sekadar posting di Instagram," ujar Hensa.

Hensa menegaskan, ke depan pola komunikasi seperti ini harus diperbaiki. Jika ada kebijakan yang berdampak luas, para pemangku kepentingan utama dalam hal ini Pertamina, harus berani tampil ke depan publik, bukan bersembunyi di balik postingan media sosial dan membiarkan pejabat lain yang menanggung beban komunikasinya.

"Kita berterima kasih atas postingan Mas Seskab. Tapi ini bukan solusi jangka panjang. Lain kali, kalau ada apa-apa, komunikasikan langsung kepada rakyat, secara langsung, lisan, bervisual, dan jelas. Jangan tunggu sampai Seskab yang turun tangan," pungkas Hensa.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya