Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

RI Dorong Implementasi Kesepakatan Damai AS-Iran Demi Stabilitas Kawasan

SELASA, 16 JUNI 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia menyambut baik kabar tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran yang disebut menjadi langkah positif menuju penyelesaian konflik secara damai. 

Melalui unggahan resmi Kementerian Luar Negeri RI di platform X, Indonesia menegaskan dukungannya terhadap upaya diplomasi yang berhasil mempertemukan kedua pihak setelah berbulan-bulan berada dalam situasi yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas.

"Indonesia menyambut baik pemberitaan mengenai tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan," tulis Kemlu, dikutip Selasa, 16 Juni 2026. 


Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan para mediator yang berperan dalam memfasilitasi dialog hingga tercapainya titik temu antara Washington dan Teheran. 

Menurut Kemlu RI, penyelesaian melalui jalur diplomasi merupakan pendekatan terbaik untuk mengakhiri perbedaan dan menjaga stabilitas regional.

"Kami mengapresiasi upaya seluruh pihak dan para mediator yang telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi dialog dan mendorong penyelesaian perbedaan secara damai," tambahnya. 

Pemerintah Indonesia mendorong seluruh pihak untuk mematuhi kesepakatan yang telah dibuat dan terus membangun komunikasi konstruktif guna mendukung upaya de-eskalasi.

"Indonesia mendorong implementasi kesepakatan dan menegaskan kembali kesiapan untuk mendukung berbagai upaya yang bertujuan memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan, sesuai dengan hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Kemlu.

Kesepakatan damai AS-Iran dikabarkan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang, 19 Juni 2026.

Berdasarkan informasi yang beredar, perjanjian tersebut mencakup penghentian seluruh operasi militer, pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, pencairan aset Iran yang dibekukan Amerika Serikat senilai 25 miliar Dolar AS, serta komitmen Iran untuk tidak memproduksi maupun memperoleh senjata nuklir.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya