Berita

Penyelenggaraan Third International Summit of Religious Leaders 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto: Dokumentasi Liga Muslim Dunia)

Politik

Sekjen Liga Muslim Dunia:

Generasi Muda Harus Punya Peran Wujudkan Perdamaian Global

SENIN, 15 JUNI 2026 | 15:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Generasi muda didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun perdamaian dunia dan memperkuat dialog lintas agama serta budaya di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL), Sheikh Dr. Mohammed Al-Issa, saat bertemu dengan para pemimpin muda, mahasiswa, peneliti, dan aktivis dari berbagai latar belakang agama dan budaya di sela penyelenggaraan Third International Summit of Religious Leaders 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pertemuan yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) pada 12-13 Juni 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan konferensi internasional yang bertujuan memperkuat keterlibatan generasi muda dalam membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan berkelanjutan.


Dalam kesempatan itu, Al-Issa menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan dunia Islam maupun komunitas global.

“Investasi pada pendidikan, pengembangan intelektual, keterampilan profesional, dan kepemimpinan kaum muda menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat,” ujar Al-Issa dalam keterangan resminya dikutip Senin, 15 Juni 2026.

Ia menilai generasi muda tidak hanya menjadi pewaris masa depan, tetapi juga aktor penting yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan dunia, mulai dari konflik sosial, perubahan budaya, hingga perkembangan teknologi.

Para peserta yang terdiri dari tokoh muda lintas agama, akademisi, peneliti, dan aktivis sosial turut menyampaikan pandangan mengenai tanggung jawab generasi baru dalam menghadapi dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang.

Mereka juga menekankan pentingnya memperkuat dialog, toleransi, serta kolaborasi lintas komunitas guna menjaga stabilitas dan harmoni masyarakat.

Selain itu, diskusi turut menyoroti upaya pemberdayaan generasi muda melalui peningkatan kapasitas akademik, penguatan kompetensi profesional, dan pengembangan keterampilan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan abad ke-21.

Para peserta menilai perlu adanya ruang yang lebih luas untuk mendukung lahirnya talenta-talenta muda yang mampu memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan, teknologi, sosial, dan kemanusiaan.

Bagi Indonesia, pesan yang mengemuka dalam forum tersebut dinilai memiliki relevansi kuat. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan tingkat keberagaman yang tinggi, penguatan peran generasi muda dalam membangun dialog dan menjaga persatuan menjadi faktor penting dalam memperkuat kohesi sosial dan stabilitas nasional.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam berbagai kesempatan juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mengembangkan budaya dialog yang konstruktif di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama antara lembaga keagamaan, institusi pendidikan, dan komunitas pemuda internasional.

Para peserta sepakat bahwa tantangan global saat ini membutuhkan kepemimpinan yang inklusif, moderat, dan mampu membangun jembatan dialog antarperadaban.

Kegiatan itu merupakan bagian dari sejumlah forum internasional yang digelar di Kuala Lumpur pada 12-13 Juni 2026 dan diselenggarakan oleh Liga Muslim Dunia bekerja sama dengan Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Diketahui, Liga Muslim Dunia merupakan organisasi Islam internasional yang didirikan pada 1962 dan berkantor pusat di Makkah, Arab Saudi. Organisasi tersebut aktif mempromosikan moderasi, dialog antaragama, kerja kemanusiaan, serta kerja sama antarperadaban di berbagai negara.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya