Berita

Jejep Falahul Alam. (Foto: Dok. Pribadi)

Publika

Jangan Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain

SENIN, 15 JUNI 2026 | 05:40 WIB

DI era media sosial seperti sekarang, salah satu penyebab terbesar hilangnya kebahagiaan bukanlah kemiskinan, kegagalan, atau keterbatasan.

Penyebab yang sering merampas ketenangan hati itu justru saat kita  membiasakan diri, membandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain.

Kita melihat seseorang punya jabatan strategis, memiliki rumah megah, mobil mewah, dikelilingi wanita, bisnis yang maju dan berkembang.


Atau keluarga yang tampak harmonis dan bahagia karena bergemilangnya harta. Seketika hati meradang, maaf seperti cacing kepanasan. Dari itulah benih iri hati mulai tumbuh dan mulai merasuki jiwa.

Padahal, setiap manusia saat terlahir di muka bumi ini, telah memiliki takdir, jalan hidup dan rezekinya masing-masing. Allah SWT tak pernah salah dalam memberikan rezeki dan karunia-Nya kepada setiap hambanya.

Mungkin ada yang diberi kekayaan, ada yang diberi kesehatan, kecerdasan, ada yang diberi keluarga harmonis. Ada pula yang sukses di usia muda, dan ada pula yang mencapai puncak kesuksesan setelah melewati usia senja.

Rasa iri dengki biasanya muncul ketika kita hanya melihat hasil akhir dari pengorbanan dan perjuangan seseorang, tanpa memahami perjalanan pahit yang mengantarkannya menuju pintu kesuksesan.

Tak hanya itu juga, kita juga sering menyaksikan seseorang tersenyum di atas panggung kesuksesan, tapi tidak melihat malam-malam panjang yang ia habiskan untuk bekerja keras dan salat tahajud.

Kita hanya melihat rumah megahnya, tapi tidak menyaksikan bagaimana ia berjuang menghadapi berbagai kegagalan, tekanan batin, hutang, air mata, dan keluar dari zona nyaman.

Ingat kesuksesan yang tampak indah dari kejauhan, itu sering kali dibangun di atas cucuran keringan dan air mata, yang semua itu tak terlihat oleh mata.

Karena itu, membandingkan hidup kita dengan orang lain hanya membuat kita menderita lahir dan batin. 

Sebab rasa iri dan dengki itu, hanya akan menjadi racun bagi kehidupan kita sendiri. 

Ironisnya lagi, orang yang kita iri tidak kehilangan apa pun. Sebaliknya, kamu yang iri akan semakin stres, cemas, gelisah. 

Sedangkan orang yang sukses dan bahagia itu tengah tenang dan menikmati traveling ke berbagai daerah. Hehehe...

Racun Iri Hati

Ketika kita iri, hati dan pola pikir menjadi sempit. Pikiran dipenuhi prasangka buruk.Tidur tidak nyenyak. Hidup selalu diselimuti kekurangan.

Padahal Allah itu telah melimpahkan begitu banyak nikmat yang selama ini tidak pernah kita syukuri.

Di kutip dalam buku ilmu psikologi modern, biasnya kebiasaan membandingkan diri secara terus-menerus disebut social comparison

Banyak penelitian menunjukkan bahwa perilaku ini dapat mengakibatkan kita stres, cemas, rasa rendah diri, bahkan depresi. 

Sementara rasa syukur yang terbukti mampu meningkatkan kebahagiaan, ketenangan, optimisme, dan kesehatan mental seseorang. Malah diabaikan.

Karena itu, jika kita melihat dan menatap orang lain mendapatkan rezeki yang lebih besar, kesuksesan yang lebih tinggi, atau harta yang lebih baik, cobalah melihatnya secara utuh dan objektif.

Oleh karena itu, ketika ingin berhasil dan sukses, maka bersediakah kita menerima seluruh perjuangan, kegagalan, luka, dan penderitaan yang pernah ia alami?

Banyak orang ingin hasilnya saja, tapi tidak siap menjalani prosesnya. Kebanyakan orang  ingin panennya, tapi enggan menanam.

Mereka ingin cahaya lampu panggung, namun tak ingin melewati gelapnya latihan dan pengorbanan.

Karena itu, langkah yang tepat mengubah rasa iri menjadi inspirasi. Maka salah satunya katakan dalam hati:

"Jika Allah mampu memberi kepadanya, maka Allah juga pasti mampu memberikan kepadaku, hanya dengan cara dan waktu yang berbeda."

Kalimat sederhana itu mampu mengubah penyakit hati menjadi energi positif. Alih-alih merasa kalah, kita akan termotivasi untuk terus memperbaiki diri.

Alih-alih kecewa, kita akan semakin yakin bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing dan  kelebihan maupun kekurangan.

Ingat, matahari tak pernah iri kepada bulan karena bersinar di malam hari. Bulan pun sama tidak iri kepada matahari karena menerangi siang hari. 

Keduanya memiliki tugas dan waktu yang berbeda, namun sama-sama memberi manfaat bagi alam semesta ini

Begitu pula manusia.Kita tidak harus menjadi seperti orang lain untuk menjadi berharga. Namun kita perlu menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Ketika rasa iri mulai datang, berhentilah sejenak. Ambillah air wudhu dan sholat. Tenangkan hati. Perbanyak istigfar dan solawat. Meminta doa kepada orang tua sebagai senjata pamungkas dan jimat utama.

Tak lupa bersyukurlah atas nikmat yang telah dimiliki. Lalu angkat kedua tangan dan berdoalah kepada Allah yang maha kuasa di atas segala galanya.

Berdoalah dengan penuh keyakinan dan jangan ragu ragu, karena tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Sesungguhnya kebahagiaan bukan terletak pada seberapa banyak yang kita miliki, untuk dibandingkan orang lain.

Kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan kita menerima dengan ikhlas dan lapang dada, mensyukuri, dan memaksimalkan apa yang telah Allah titipkan kepada kita.

Sebab orang yang paling kaya bukanlah yang memiliki harta semata, melainkan orang yang mampu merasa cukup atas apa yang dimilikinya.

Dan orang yang paling bahagia bukanlah mereka yang hidupnya paling sempurna, melainkan yang hatinya diselimuti rasa syukur dalam setiap keadaan yang kita jalani. Semoga dan tetap semangat.

Jejep Falahul Alam
Ketua LTN NU Majalengka dan Ketua Alumni HIMMAKA Cirebon

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya