Berita

Fithrat Irfan. (Foto: Istimewa)

Politik

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 21:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat tidak terkecuali kalangan akademisi, dan mahasiswa harus tetap menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik yang sedang dihadapi Indonesia.

Aktivis muda Muhammad Fithrat Irfan menilai situasi ekonomi yang dipengaruhi dinamika global tidak seharusnya dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat atau mengganggu stabilitas nasional.

Menurut dia, perjalanan bangsa Indonesia dibangun melalui perjuangan panjang para pendiri bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Kita tidak boleh dipecah belah hanya karena kepentingan politik kelompok tertentu. Bangsa ini dibangun dengan pengorbanan besar dan harus terus dijaga bersama,” ujar Fithrat kepada wartawan, Minggu 14 Juni 2026.

Dia mengingatkan agar masyarakat tetap bersikap kritis terhadap berbagai isu politik dan ekonomi yang berkembang. Namun, kritik terhadap pemerintah, menurut dia, harus disampaikan secara konstruktif dan tidak didorong oleh kepentingan politik tertentu.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memicu perpecahan.

Lebih lanjut, Fithrat meminta masyarakat memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan program pembangunan dan reformasi yang tengah dilakukan. Ia menilai proses pembangunan nasional membutuhkan waktu dan tidak dapat menghasilkan perubahan secara instan.

“Tidak ada negara besar yang tumbuh tanpa menghadapi berbagai tantangan. Semua membutuhkan proses panjang, termasuk Indonesia,” pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya