Berita

Teater Lencana sukses menggelar pementasan produksi ke-7 bertajuk Jalan Pulang di Shoemaker Studio, Cikini. (Foto: RMOL)

Hiburan

Teater Lencana Telusuri Makna Kehidupan Lewat Jalan Pulang

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 15:06 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Teater Lencana sukses menggelar pementasan produksi ke-7 bertajuk Jalan Pulang di Shoemaker Studio, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 13 Juni 2026. 

Pertunjukan yang digelar dua show itu menghadirkan pengalaman teater yang berbeda dengan mengusung tema surealis yang sarat refleksi tentang kehidupan, kehilangan, dan makna kepulangan manusia.

Sejak lampu panggung menyala, penonton diajak memasuki dunia surealis yang dibangun melalui perpaduan akting, tata cahaya, musik, serta artistik panggung yang saling melengkapi. 


Musik yang mengiringi pertunjukan berhasil memperkuat emosi dan dramatika setiap adegan, sementara tata cahaya menghadirkan atmosfer yang mendukung perjalanan batin para tokoh.

Penulis naskah, Ahmad Alfian, mengatakan Jalan Pulang lahir dari kegelisahan sekaligus refleksi mengenai makna kepulangan dan kepasrahan manusia.

"Naskah ini ditulis sebagai refleksi tentang makna kepulangan, mencari arah, dan kepasrahan. Tema surealis yang jarang dilirik justru kami pilih sebagai alternatif tontonan di tengah hiruk pikuk demam pertunjukan musikal," ujarnya.

Sutradara Ilham Mahendra menambahkan, naskah ini mengajak penonton menelusuri perjalanan tokoh-tokohnya dalam mencari arah, memahami kehilangan, hingga merenungkan apa yang terjadi ketika kehidupan mencapai ujung perjalanannya. 

"Jalan Pulang menjadi ruang perenungan tentang hubungan manusia dengan sesama, dengan dirinya sendiri, dan dengan Tuhan," ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Produksi, Salsabila Asa Diah, menjelaskan proses kreatif pertunjukan berlangsung melalui berbagai eksplorasi dan diskusi yang intens.

"Proses produksi Jalan Pulang berjalan melalui banyak eksplorasi dan diskusi, baik dalam pembacaan naskah, pencarian bentuk permainan aktor, maupun pengolahan artistik di atas panggung. Setiap prosesnya berkembang secara bertahap melalui latihan dan pertukaran gagasan antar tim. Kami mencoba membangun ruang yang dapat membawa kegelisahan dan refleksi dari naskah ini ke atas panggung hingga akhirnya Jalan Pulang dapat hadir sebagai sebuah pertunjukan," kata Salsabila.

Selain pementasan utama, Teater Lencana juga menghadirkan sejumlah pertunjukan pendukung yang semakin memeriahkan suasana. 

Sejumlah penggiat seni tampil dalam mini performance yang menampilkan musikalisasi puisi dan pertunjukan musik. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai tenant kreatif yang menjajakan makanan dan minuman, bunga, parfum, hingga aksesori.

Produksi ke-7 Teater Lencana ini diperkuat oleh para pemain Mahen, Lia, Sabil, Windi, Pandu, Joshua, Rizky Kurniawan, Zidan, dan Tika. Mereka berhasil menghidupkan karakter-karakter dalam naskah dan membawa penonton larut dalam perjalanan emosional yang ditawarkan pertunjukan.

Pementasan Jalan Pulang terselenggara dengan dukungan Bank Jakarta dan Mineral Alam Abadi sebagai sponsor, serta Sonora.co.id, RMOL.id, Jakarta Banget, GAC Media, penalis.com sebagai media partner.

Melalui Jalan Pulang, Teater Lencana kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang refleksi bagi penonton untuk merenungkan perjalanan hidup, kehilangan, dan arti pulang yang sesungguhnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya