Berita

Pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Hukum

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 09:29 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami temuan sebuah kontainer berisi sparepart kendaraan yang terafiliasi dengan Blueray Cargo dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Untuk mengusut temuan tersebut, penyidik memeriksa pengusaha asal Semarang, Heri Setiyono alias Heri Black, sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis 11 Juni 2026. 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada keterkaitan Heri dengan Blueray Cargo dan isi kontainer yang sebelumnya disita penyidik di Pelabuhan Tanjung Emas.


"Di upaya penyidikan terakhir untuk tersangka penerima, tim penyidik melakukan penggeledahan di Semarang dan melakukan penyitaan terhadap satu buah kontainer," kata Taufik, Jumat 12 Juni 2026. 

Menurut Taufik, Heri mengakui pernah terlibat dalam pengurusan Blueray Cargo. Karena itu, penyidik mendalami hubungan tersebut sekaligus menelusuri isi kontainer yang kini telah menjadi barang sitaan KPK.

"Yang kedua juga terkait isi kontainernya itu sendiri. Karena ini sudah menjadi barang sitaan penyidik, tentunya akan didalami apa isinya. Mungkin bisa mengarah ke hal-hal yang berbeda antara pengurusan dan isi kontainernya," ujar Taufik.

Heri Black merupakan pemilik PT Putra Srikaton Logistics (PSL) sekaligus pelaku usaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) di Pelabuhan Tanjung Emas. Sebelumnya, ia juga telah diperiksa pada 18 Mei 2026.

KPK lebih dulu menggeledah rumah Heri pada 11 Mei 2026 dan menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen importasi serta barang bukti elektronik. Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik mengaku menemukan jejak digital yang diduga berkaitan dengan upaya perintangan penyidikan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan temuan tersebut masih didalami untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga berupaya mengondisikan penanganan perkara.

"Termasuk soal adanya informasi mengenai pihak-pihak eksternal yang berupaya untuk mengondisikan penanganan perkara di KPK ini. Nanti akan kami dalami," kata Budi.

Sehari setelah penggeledahan rumah Heri, penyidik juga menyita sebuah kontainer milik importir yang terafiliasi dengan Blueray Cargo di Pelabuhan Tanjung Emas. Kontainer tersebut tidak dilaporkan ke bea cukai selama lebih dari 30 hari dan setelah dibuka diketahui berisi sparepart kendaraan yang masuk kategori barang impor terbatas.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Februari 2026 terkait dugaan suap pengurusan impor barang di lingkungan DJBC.

Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dari unsur pejabat Bea Cukai dan pihak swasta, termasuk pemilik Blueray Cargo, John Field. KPK menduga terjadi pengaturan jalur impor sehingga barang milik Blueray dapat lolos dari pemeriksaan fisik. Sebagai imbalannya, perusahaan diduga memberikan uang puluhan miliar rupiah kepada sejumlah oknum pejabat DJBC.

Dalam persidangan terungkap, pihak Blueray diduga memberikan uang sekitar Rp61,3 miliar serta berbagai fasilitas mewah kepada sejumlah pejabat Bea Cukai untuk mempermudah proses pengeluaran barang impor.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya